Laporan Terbaru Aktivitas Gunung Merapi, Kegempaan Masih Cukup Tinggi

BNews–JOGJA– Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengeluarkan laporan Aktivitas Gunung Merapi. Yakni untuk periode terbaru tanggal 16 – 22 Desember 2022

Dalam siaran persnya, BPPTKG menyebutkan pada minggu ini guguran lava teramati sebanyak 3 kali. Untuk arah luncuran barat daya (hulu Kali Bebeng dan Kali Sat/ Putih) dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter.

Dan untuk suara guguran terdengar sebanyak 4 kali dari Pos Babadan Kabupaten Magelang dengan intensitas suara kecil hingga sedang.

Kemudian disebutkan juga bahwa tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan dari kubah barat daya dan kubah tengah. Volume kubah barat daya terhitung tetap, yaitu sebesar 1.616.500 meter kubik, sedangkan untuk kubah tengah sebesar 2.772.000 meter kubik.

Rils BPPTKG juga mengungkapkan bahwa dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi masih cukup tinggi. Tercatat 591 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 94 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 286 kali gempa Fase Banyak (MP); 211 kali gempa Guguran (RF), 6 kali gempa Hembusan (DG), dan 8 kali gempa Tektonik (TT).

Dan Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak tunjam sebesar 1,3 cm/hari.

Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 32 mm/jam; selama 225 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 22 Desember 2022. Tidak dilaporkan adanya penambahan aliran maupun lahar dari sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS KLIK DISINI)

Dalam laporannya, BPPTKG memberikan kesimpulan bahwa Aktivitas vulkanik Merapi masih cukup tinggi. Yakni berupa aktivitas erupsi efusif, sehingga status aktivitas ditetapkan dalam tingkat SIAGA.

Kemudian kesimpulan lainnya, Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya. Yakni meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Kemudian BMKH menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!