Lebaran Ditengah Pandemi Covid-19, Belajar Jadi Manusia Sholeh Sosial

BNews–Mertoyudan,– Setiap perayaan hari besar agama maka setiap manusia yang beragama dituntut untuk mampu berfikir dalam rangka menggali makna dan hikmah yang ada didalamnya. Hal tersebut menjadi penting sebagai proses muhasabah (intropeksi diri) terhadap perjalanan hidup yang telah dijalani untuk kepentingan perbaikan dimasa yang akan datang.

Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Magelang Jumari, mengungkapkan Idul Fitri 1441 H kali ada situasi yang berbeda dari perayaan tahun-tahun sebelumnya. Penetapan status darurat yang ditetapkan pemerintah masih berlaku akibat pandemi virus Coronavirus Disease (Covid-19) yang belum mereda.

“Bahkan masih ditemukan kasus positif baru di Indonesia maupun Kabupaten Magelang. Hal ini Pemerintah dan juga beberapa organisasi keagamaan termasuk Muhammadiyah telah membuat himbauan; hal itu berupa edaran resmi terkait protokol yang harus dipatuhi dalam aktifitas kegiatan keseharian termasuk dalam hal ini aktifitas ibadah,” katanya kemarin (25/5/2020).

Bagi yang taat pada protokol kesehatan, menurutnya maka sebenarnya hal ini merupakan kesempatan untuk menghayati secara mendalam ibadah ramadhan dan juga idul fitri. “Ketaatan kepada protokol kesehatan merupakan perwujudan sikap rendah hati, kehidupan pribadinya akan lebih tertata dalam menghargai sesama,” imbuhnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Energi hidupnya lebih bermakna dan berguna, lanjutnya karena tidak perlu mencari cara untuk membenarkan pendapatnya masing-masing.

“Taat pada aturan termasuk dalam hal ini himbauan protokol kesehatan adalah perwujudan kesholehan sosial; karena merupakan bentuk sikap mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi,” ungkapnya.

Loading...

Ia juga  menambahkan bahwa sibuk mencari pembenaran pendapat sendiri dalam menyikapi pandemi covid-19 ini akan menghabiskan energi yang tentu akan menjadi sia-sia. Dan justru merugikan kepentingan umum.

Memanfaatkan kesempatan banyak di rumah bersama keluarga untuk proses muhasabah, mawas diri dan merencanakan masa depan agar lebih bermakna. 

“ Jadikan perayaan Idul Fitri tahun ini sebagai forum uji diri menjadi hamba Allah dalam sunyi. Tentunya tanpa ada sanjung puji dan akhirnya terbukti menjadi pribadi yang asli,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya Idul Fitri di tengah pandemi ini juga menjadi media pembelajaran bagi umat untuk benar- benar menjadi manusia.

“Kita berlajar menjadi manusia yang tidak hanya sholeh secara pribadi. Akan tetapi juga sholeh secara sosial yang akhirnya akan mengantarkan menjadi hamba Allah yang sejati,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: