Legenda Timnas Indonesia Asal Magelang Ini Dapat Job Asisten Pelatih Klub Eropa

BNews—MAGELANG— Kurniawan Dwi Yulianto bakal memulai petualangan baru di Liga Italia. Ia bergabung dengan Como 1907 yang bermain di Serie B, kompetisi kasta kedua Liga Italia.

Kurniawan didapuk menjadi asisten pelatih dengan kontrak jangka panjang selama lima tahun ke depan. Bagi dia, kesempatan ini lebih dari sekadar mimpi. Namun, ia juga melihat ada harapan dan ambisi didalamnya.

Sebab, dirinya mengakui sedikit banyak, negara Italia dan kompetisinya, sudah membangun dirinya hingga menjadi seperti saat ini. ”Iya sesuatu yang spesial karena dulu belajar bola juga saat primavera” ujar pelatih asal Magelang tersebut.

“Yang mengubah mindset saya sebagai pesepak bola profesional ya di sana. Jadi benar-benar terbuka semuanya saat saya di sana dulu. Dan sekarang saya bisa kembali ke sana,” katanya menambahkan.

Semasa masih aktif bermain, Kurniawan Dwi Yulianto pernah menimba ilmu di Italia lewat proyek PSSI Primavera pada 1993-1994. Saat itu ia dan kiper Kurnia Sandy mampu membuktikan diri hingga mendapatkan kesempatan berlatih bersama tim utama Sampdoria dan ikut tur pramusim ke Asia.

Walaupun pada akhirnya tidak bisa menembus skuad utama Sampdoria di Serie A, namun Kurniawan merasa menjadi sosok yang lebih matang. Karena itu, ia sangat bersyukur bisa berkesempatan kembali ke negeri Piza, kali ini dalam kapasitas sebagai pelatih Como 1907.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Kurniawan tak menyangka bisa menyambung kembali asa yang sudah sangat lama dipendam. ”Saya bersyukur juga kepada Tuhan Yang Maha Esa tentunya. Karena saya tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan seperti ini,” ucap Kurniawan, mantan pelatih Sabah FC.

Pada kesempatan kedua ke Italia ini, Kurniawan tidak hanya sekedar ingin naik level, namun memasang target yang lebih besar lagi. Ia ingin menyerap ilmu sebanyak-banyaknya sampai pada titik bisa ikut mengangkat level-level orang di sekitarnya.

”Kesempatan ini akan saya manfaatkan sebaik-baiknya, saya tidak mau pergi ke sana untuk sekadar jalan-jalan. Tapi, saya juga ingin mendapatkan ilmu sepak bola yang akhirnya bisa bermanfaat bagi orang banyak nantinya,” pungkasnya. (*)

Sumber: Kompas

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: