Logistik Bantuan Merapi Di TEA Mertoyudan Didistribusikan Ke Desa Pengungsi

BNews–MAGELANG-– Para pengungsi merapi di Magelang diketahui sudah meninggal tempat evakuasi akhir beberapa waktu lalu. Oleh karena itu logistik yang tersisa di lokasi pengungsian dikirimkan ke dusun mereka.

Hal ini seperti yang dilakukan di Tempat Evakuasi Akhir Desa Mertoyudan kemarin. Dimana pihak Desa mengirimkan logistik pengungsi ke Dusun Babadan 2 Desa Paten Kecamatan Dukun (15/2/2021).

Sekretaris TEA Desa Mertoyudan, Sigit Sugiarto, mengatakan, sebelumnya TEA Desa Mertoyudan sebagai tempat pengungsian warga Dusun Babadan 2 Desa Paten Kecamatan Dukun. Namun saat ini warga pengungsi sudah pulang ke desanya maka logistik juga turut diantar.

“Warga mulai di pengungsian 6 November 2020, kemudian pada 1 Januari 2021 warga pulang ke desanya, dan hingga 7 Januari 2021 kembali ke TEA. Dan pada 31 Januari 2021 seluruh warga kembali pulang ke Dusun Babadan 2,” katanya.

Saat pulang ke desanya, lanjutnya warga sudah dibekali dengan sembako dan lain-lain. “Nah kemudian saat ini seluruh logistik kami kirim semuanya ke Dusun Babadan 2. Hal ini karena memang sudah menjadi hak warga,” imbuhnya.

Kendati logistik sudah dikirim ke desa pengungsi, lanjutnya namun untuk bilik pengungsi di TEA Mertoyudan belum dibongkar, sebab masih menunggu intruksi dari pemerintah.

“Bilik pengungsian di TEA Mertoyudan, belum kami bongkar, karena masih menunggu intruksi dari pemerintah, terkait dengan perpanjangan masa tanggap darurat Gunung Merapi,” ungkap Sigit.

Diwawancarai terpisah, Kepala Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan, Risyanto, mengatakan, bilik pengungsi di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Deyangan juga belum dibongkar. Namun hanya dirawat dan dibersihkan.

“Kami juga menunggu perintah dari pemerintah, untuk sementara ini bilik pengungsi masih berdiri. Hanya saja untuk kasur, tikar dan perlengkapan lain kami rawat, seperti dijemur agar tetap awet dan tidak kotor,” tambahnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: