Magelang Hari Ini Terasa Dingin? Begini Penjelasan BMKG dan Lapan

BNews—MAGELANG— Sebagian wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Namun, beberapa hari belakangan, utamanya hari ini (7/7), suhu udara terasa lebih dingin.

Salah satu wilayah yang terdampak suhu dingin adalah Magelang. Salah satu warga Mertoyudan, Choirina Rizki, mengungkapkan suhu dingin yang dirasakan pagi ini tidak seperti biasanya.

”Iya, dingin. Hari ini terasa dingin sekali, sejak pagi hingga sekarang,” kata Choirina kepada Borobudur News, Rabu (7/7).

Menanggapi fenmena tersebut, Kepala Bidang prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Miming Saepudin angkat bicara. Ia menjelaskan bila saat ini posisi matahari sedang berada di titik semu terjauh di Belahan Bumi Utara (BBU).

”Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa di BBU sedang musim panas. Sedang di wilayah selatan (BBS) sedang musim dingin, dalam hal di wilayah benua Australia,” terangnya.

Miming mengungkapkan, angin selama periode saat ini masih dominan timuran. Dimana pada skala yang luas angin monsun Australia yang bertiup dari arah benua Australia bergerak ke utara melewati wilayah ekuatorial Indonesia. Dengan kondisi udara yang relatif dingin.

”Kondisi pada kondisi malam-dini hari umumnya minim dan cuaca umumnya cerah sehingga dapat memaksimalkan pelepasanan panas permukaan bumi ke atmosfer pada malam menjelang pagi hari,” ungkapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Kondisi itulah yang berdampak pada penurunan suhu minimum cukup signifikan. Utamanya pada dini hari menjelang pagi.

Sementara itu, peneliti di Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Andi Pangerang juga menyikapi fenomena ini. Dirinya menyebut, suhu dingin akan terjadi hingga bulan Agustus mendatang.

”Suhu dingin ketika pagi hari yang terjadi belakangan ini dan nanti sampai dengan Agustus merupakan hal yang biasa terjadi pada musim kemarau,” paparnya.

Benar saja. Dikutip dari laman Edukasi Sains Antariksa Lapan, suhu dingin yang belakangan ini dirasakan terjadi pada pagi hari merupakan hal yang lumrah terjadi di musim kemarau.

Pada siang hari, permukaan Bumi menyerap cahaya Matahari dan melepaskan panas yang diserap itu pada malam harinya. Semestinya, panas itu akan kembali dipantulkan ke permukaan Bumi oleh awan yang ada di atmosfer pada keesokan harinya.

Namun di musim kemarau, tidak ada banyak awan yang menutup atmosfer. Sehingga tidak ada panas yang kembali dipantulkan ke permukaan Bumi.

Selain diakibatkan musim kemarau dan tidak adanya awan di atmosfer, suhu dingin yang saat ini terjadi juga disebabkan oleh posisi Matahari yang sedang ada di belahan Bumi bagian utara.

Hal ini menyebabkan belahan Bumi utara memiliki tekanan udara yang lebih rendah. Alhasil udara pun bergerak dari selatan menuju utara.

Udara dari selatan membawa suhu dingin. Mengingat Australia saat ini tengah ada di musim dingin.

Indonesia, khususnya Pulau Jawa, Bali, dan wilayah Nusa Tenggara akan dilewati oleh angin bersuhu rendah dari Australia ini, itu lah mengapa suhu dingin terjadi. (cho/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: