Mengenal Peninggalan Budaya Melalui Pembelajaran Berbasis Lingkungan di SD Negeri Sengi 1

BNews–MAGELANG– SD Negeri Sengi 1 merupakan sekolah yang berada  dilingkungan belajar yang meliputi Lingkungan Alam dan Lingkungan Kultural. Dalam mengisi kegiatan jeda  Penilaian tengah  Semester 1 siswa kelas 6 SD Negeri Sengi 1 melakukan kegiatan pembelajaran  outdoor dengan  berkunjung ke situs budaya Candi Lumbung.

Karena Karjiyadi (2012) mengatakan bahwa: “Pembelajaran berbasis lingkungan mengarah pada pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajarnya. Lingkungan dapat diformat maupun digunakan sebagai sumber belajar.

Dalam hal ini, guru dapat mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta didik; sehingga dapat mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari”.

Situs candi Lumbung merupakan salah satu dari tiga situs sejarah peninggalan pada masa kerajaan Hindu di Indonesia.

Situs Candi Lumbung cukup dekat dengan lokasi sekolah. Untuk mencapai lokasi situs peserta didik kelas 5 SD Negeri Sengi 1 cukup berjalan kaki  dengan  menempuh jarak kurang lebih 500 meter.

Jarak ini  lebih jauh yang ditempuh setelah situs candi Lumbung dipindah ke Dusun Tlatar. Situs Candi lumbung dipindah karena Situs Candi Lumbung yang awalnya  berada di tebing Sungai Pabelan  yang rawan terjadi longsor bila sewaktu waktu terjadi banjir lahar dingin.

Saat sudah sampai di lokasi situs Candi Lumbung peserta didik kelas 6  antusias saat proses belajar dalam memahami situs budaya candi Lumbung; berbagai pertanyaan kritis mengalir dari  siswa saat dijelaskan; tentang sebab lokasi situs yang dipindah, asal usul situs melalui prasasti maupun saat mereka melihat berbagai relief yang terukir.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Antusius dan keberanian peserta didik  dalam mengajukan pertanyaan  jarang muncul saat kegiatan pembelajaran di dalam kelas.

Manfaat pembelajaran berbasis lingkungan selain menumbuhkan minat dan interaksi peserta didik dalam proses belajar juga mempunyai manfaat lainnya; yaitu pembelajaran lebih menyenangkan karena  real dengan objek yang dilihat secara langsung; menumbuhkan kerjasama dan  solidaritas antar peserta didik dalam satu kelompok serta membuka cakrawala peserta didik bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas.

Kegiatan belajar dengan memanfaatkan lingkungan belajar baik lingkungan alam, baik mineral dan lingkungan pertanian; maupun lingkungan kultural dengan berbagai situs budaya yang sudah berusia lebih dari 1200 tahun yang terletak di sekitar sekolah.

Diharapkan menjadi pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik SD Negeri Sengi 1.(*

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: