Mengunjungi Bunker Bekas Belanda di Magelang yang Jadi Sarang Kelelawar

BNews—MAGELANG— Kota Magelang menjadi salah satu wilayah kekuasaan Belanda di era sebelum kemerdekaan. Sehingga banyak peninggalan jaman dahulu yang masih tersisa.

Salah satunya adalah Bunker. Sebuah tempat perlindungan bawah tanah.

Bunker peninggalan Belanda di Kota Magelang kondisinya tidak terawat. Bahkan bangunan yang dibangun sekitar tahun 1937 itu sekarang menjadi sarang kelelawar. 

Bunker tersebut berada di Jalan Doreng Timur, Kwarasan, Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, tepatnya di belakang kantor Kecamatan Magelang Tengah.

Pegiat Komunitas Kota Toea Magelang, Bagus Priyana, mengatakan bangunan ini merupakan bunker atau tempat perlindungan. Pembangunan bunker ini sekitar tahun 1937 berbarengan dengan pembangunan Perumahan Kwarasan karya Herman Thomas Karsten. 

Pemerintah Hindia Belanda melalui LBD (Luchtgevaar en Luchtbescherming Diens), semacam lembaga perlindungan udara, membuat kebijakan dan mengimbau kepada warga masyarakat yang tinggal di Hindia Belanda untuk membuat tempat perlindungan. Bunker tersebut salah satunya untuk berlindung saat terjadi bencana maupun perang.

“Melalui LBD, semacam lembaga perlindungan udara, lembaga ini membuat kebijakan mengimbau kepada warga masyarakat yang tinggal di Hindia Belanda untuk membuat tempat perlindungan mengantisipasi bila ada bencana. Kalau di Magelang, bencana Gunung Merapi dan perang,” ujar Bagus. sosial ada yang menuliskan merupakan gua peninggalan Jepang, namun ternyata berupa bunker. 

Berdasarkan pantauan detikcom, lebar pintu masuk bunker sekitar 1,5 meter dengan ketinggian bangunan 3,5 meter. Kemudian jalan masuk mirip lorong dan nantinya akan menemukan pintu kembali.

Kondisi di dalam bunker ini gelap karena hanya ada satu lubang ventilasi udara. Terdapat enam ruangan, empat ruangan berukuran sekitar 3,5×3,5 meter dan yang dua ruangan berukuran kecil. Kemudian di dalamnya juga ada pintu keluar namun kondisinya tertutup tanah.

Saat ini bunker tersebut dipenuhi sarang kelelawar. Saat masuk bunker ini, akan tercium bau tidak sedap yang berasal dari kotoran kelelawar tersebut.

“Bangunan zaman Belanda. Setahu saya, cuma untuk perlindungan atau apa, saya kurang tahu. Cuma tahu dari orang tua. Yang tahu persis bangunan itu orang tua, tapi sudah nggak ada,” kata Sugiarti salah satu warga. (bn1/wan)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: