Merasa Pusing Setelah Bangun Tidur? Ini Dia Penyebabnya!
- calendar_month Sen, 30 Okt 2023

ILUSTRASI : Leher kaku saat baru bangun tidur (foto : internet)
BNews-KESEHATAN- Saat bangun tidur seharusnya memberikan perasaan yang lebih baik dan lebih segar, bukan? Namun, terkadang malah merasa sakit kepala atau pusing.
Menurut National Sleep Foundation, orang yang mengalami gangguan tidur cenderung mengalami sakit kepala dua hingga delapan kali lebih sering daripada orang normal.
Ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa mengalami sakit kepala setelah bangun tidur. Berikut penjelasannya:
1.Masalah Pernapasan dan Mendengkur: Jika seseorang mendengkur saat tidur, ini bisa menjadi tanda adanya masalah pernapasan.
Pernapasan yang tidak baik dapat mengganggu kualitas tidur dan meningkatkan risiko terjadinya sakit kepala setelah bangun tidur. Mendengkur juga bisa menjadi gejala sleep apnea, terutama jika disertai gejala berikut:
- Berhenti bernapas saat tidur
- Terbangun di tengah malam
- Mengalami keringat berlebih di malam hari
- Merasa sangat mengantuk di siang hari karena tidur yang tidak cukup di malam hari
2.Kebiasaan Menggertakkan Gigi: Jika seseorang memiliki kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur, ini bisa menjadi penyebab sakit kepala setelah bangun tidur.
Menggertakkan gigi dapat menyebabkan tegang pada otot di wajah yang terhubung ke kepala, yang membuat seseorang merasa sakit ketika bangun. Otot yang harusnya rileks terpaksa bekerja lebih keras dan terasa tegang.
DOWLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
- Kehamilan: Kehamilan bisa menyebabkan kelelahan dan membuat seseorang lebih sering tidur. Namun, ada faktor lain yang juga bisa menyebabkan sensasi sakit kepala setelah bangun tidur selama kehamilan, seperti:
- Dehidrasi
- Gula darah rendah
- Sirkulasi darah yang tidak lancar
- Perubahan hormon
Pastikan minum cukup cairan dan mengurangi konsumsi kafein untuk mencegah dehidrasi. Jika sakit kepala tidak hilang, segera konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mengetahui lebih lanjut dampak sakit kepala tersebut pada kehamilan.
3.Kebersihan Tempat Tidur: Kualitas tidur juga terkait dengan kebersihan tempat tidur. Pastikan menjaga kebersihan tempat tidur, termasuk menggunakan bantal yang tepat dan memposisikan kepala dengan benar saat tidur.
Penggunaan bantal yang salah atau posisi tidur yang tidak tepat dapat menciptakan ketegangan pada leher yang menyebabkan sakit kepala.
4.Durasi Tidur: Tidur terlalu sedikit karena sulit tidur (insomnia) bisa menyebabkan sakit kepala setelah bangun tidur.
Namun, tidur terlalu banyak juga tidak baik karena dapat menyebabkan sakit kepala. Tidur berlebihan juga merupakan faktor risiko sakit kepala. Oleh karena itu, tidurlah yang cukup, yaitu sekitar 8-9 jam di malam hari dan 1-2 jam di siang hari.
Untuk mengatasi sakit kepala setelah tidur, perawatan tergantung pada penyebabnya. Dengan memahami penyebab yang mendasarinya, kamu dapat menemukan perawatan yang tepat.
Selain itu, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan tidur berkualitas, seperti mengurangi konsumsi kafein, berolahraga setiap hari, membatasi tidur siang, berlatih teknik relaksasi sebelum tidur, dan menerapkan rutinitas malam yang santai.
Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang penyebab pusing atau sakit kepala setelah bangun tidur, sebaiknya konsultasikan ke dokter terdekat. (*/halodoc)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani





Saat ini belum ada komentar