Mirip Klenteng, Ternyata Ini Masjid di Kota Magelang yang Dibangun oleh Mualaf

BNews—MAGELANG Sebuah bangunan masjid di Kota Magelang ini mirip sekali dengan klenteng. Arsitekturnya china banget.

Namanya Masjid Al Mahdi. Didieikan di Jalan Delima Raya, Komplek Perumahan Armada Estate, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah.


Bangunan masjid ini didirikan oleh seorang mualaf. Keturunan Tionghoa. Namanya Kwee Giok Yong.


Kwee Giok Yong kini sudah berganti nama. Sejak menjadi mualaf. Namannya kini menjadi Mahdi. Sama dengan masjid yang dibangunnya.

Mahdi mengakui masjidnya memang bercorak tionghoa. Arsitektur khas China.

Di sisi kiri masjid terdapat menara setinggi sekitar 5 meter. Menara itu memiliki empat tingkatan yang masing-masing berbentuk lubang. Sedangkan di tingkatan paling atas terdapat pengeras suara.

Di puncak menara ada kubah sederhana bertuliskan lafal Allah. Kemiripan masjid dengan kelenteng juga terletak pada lampion-lampion, berjumlah 11 buah, yang bergantung di langit-langit selasar masjid.

Masing-masing lampion berwarna merah itu berhiaskan kaligrafi lafal asmaul husna atau nama-nama baik dari Allah.


Memasuki ruangan masjid seluas 290 meter persegi itu terlihat beberapa ornamen khas China. Seperti lampu, gagang pintu bernuansa emas, dan lainnya.


Meski demikian, semua itu tidak menghilangkan nilai islami dari sebuah masjid. Beberapa kaligrafi menghiasi dinding masjid, termasuk sebuah mimbar dan karpet hijau membentuk sajadah.


Masjid ini tidak terlalu luas. Hanya mampu menampung sekitar 120 jemaah. Setiap Jumat, bahkan jemaah yang tidak kebagian tempat harus shalat di serambi atau halaman masjid dengan menggelar karpet.


Menurut Mahdi, bangunan itu dahulu adalah rumah yang jarang digunakan. Pada Agustus 2016 lalu, ia berinisiatif membangun tempat ibadah dengan arsitektur khas China.

“Dulu hanya rumah, lalu kami bangun masjid ini, waktu pengerjaannya kurang lebih selama 8 bulan,” kata Mahdi, saat ditemui di sela-sela kegiatan mengajar Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) di masjid itu belum lama ini.


Mahdi mengatakan, bangunan Masjid Al Mahdisengaja mencontoh arsitektur China. Ini untuk mengenalkan bahwa sebenarnya agama Islam sudah tersebar di pelosok dunia. Tak hanya di Indonesia dan negara Timur Tengah saja, tetapi juga di China. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: