Napi Kasus Pembunuhan Dibebaskan Dari Lapas Magelang

BNews—MAGELANG— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Magelang kembali membebaskan satu narapidana atas kasus pembunuhan, Rabu pagi (8/4). Identitas napi diketahui berinisial I, 50, warga Janeponto, Sulawesi Selatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Magelang Bambang Irawan melalui Kasubsi Registrasi Cahyo Sunarko menjelaskan, I merupakan napi kasus pembunuhan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat itu, pengadilan negeri setempat memvonis terdakwa dengan hukuman 28 tahun kurungan penjara.

Napi tersebut dibebaskan untuk menjalani asimilasi setelah menjalani separuh masa tahanan dikurang remisi,”  jelas Cahyo melalui sambungan seluler, Rabu 98/4).

Terang dia, I masuk dalam daftar napi yang dibebaskan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19. Napi tersebut dibebaskan lebih cepat karena telah memenuhi seluruh persyaratan pembebasan dan asimilasi.

”Salah satunya telah menyelesaikan separuh masa tahanan. Untuk selanjutnya menjalani asimilasi di Janeponto,” terangnya.

Sebelum di pindah ke Lapas Magelang, I pernah ditahan di beberapa lapas di Jawa Tengah. Diantaranya di Jakarta, Nusakambangan, Semarang hingga Pekalongan.

”Terakhir I ditahan di Lapas Magelang ini,” ungkapnya.

Papar Cahyo, I tidak dilepas begitu saja. Usai keluar dari pintu utama Lapas Magelang, ia sudah ditunggu Dinas Sosial Kota Magelang. Bahkan Dinsos membantu seluruh biaya pemulangan napi hingga kampung halamannya.

Baca juga: Sujud Syukur Napi di lapas Magelang Bisa Bebas Akibat Wabah Covid-19

Ia berharap, para napi yang diasimilasi dapat mentaati tata tertib dalam menjalani di rumah. Kemudian mengikuti bimbingan dari balai pemasyarakatan setempat.

”Kami berharap, mereka tidak mengulangi perbuatan atau mengganggu ketertiban umum,” harapnya.

Kepolisian Resor Magelang Kota diketahui turut melakukan pengawalan hingga Janeponto. Mereka terbang ke Sulawesi Selatan melalui Bandar Udara International Jogjakarta di Kulon Progo.

”Sampai bandara sana (Sulsel), I akan dijemput oleh Dinsos setempat beserta keluarga,” urainya.

Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setyawan mengungkapkan, pendampingan dilakukan bekerjasama dengan Kodim 0705/ Magelang untuk membantu Lapas Magelang. Dalam rangka asimilasi napi untuk sampai ke rumahnya dan tidak berkeliaran diluar.

”Secara teknis, kami fasilitasi dan dampingi yang bersangkutan sampai ke bandara agar tidak telat nanti check in-nya. Penerbangan pukul 13.00 WIB,” ungkapnya.

Nugroho mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait disana. Guna meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan serta asimilasi dapat berjalan sesuai rencana.

”Nanti yang bersangkutan setelah mendarat di bandara sana akan dijemput keluarga dan dinsos dan balai pemasyarakatan setempat,” paparnya. (cr1/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: