Nekat Jual Perabot Hingga Genteng Rumah, Anak Di Bantul Dipolisikan

BNews- JOGJA– Entah apa yang dipikirkan seorang pemuda di Bantul Yogyakarta satu ini. Ia nekat menjual perabot rumah hingga genteng untung foya-foya.

Pemuda tersebut berinisial D, 24 tahun, yang telah dipolisikan sang ibu kandungnya sendiri. Hal ini gegara pemuda yang bukan lain anaknya nekat mempreteli perabot hingga genting rumah untuk dia jual.

Dan mirisnya lagi, hasil penjualannya dipakai D untuk foya-foya dengan teman wanitanya.

Aksi D dilakukan saat kondisi rumah sepi karena ditinggal ibunya bekerja selama 2 bulan. D akhirnya dipolisikan sang ibu, P, 53, warga Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, DIY.

Kanit Reskrim Polsek Pundong Ipda Heru Pracoyo mengatakan, ayah D meninggal dunia beberapa waktu yang lalu. Di sisi lain, masih ada pinjaman bank yang wajib diselesaikan oleh ibu D.

“Karena itu ibunya berniat mengangsur kredit dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan anaknya ditinggal di rumah sendiri,” ucap Heru saat dihubungi wartawan, Selasa (23/11/2021).

“Hampir dua bulan ibunya kerja di Kapanewon Kasihan (Bantul) dan tidak pulang,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Anaknya ojek online dan kerap mangkal di Terminal Giwangan. Seiring berjalannya waktu motornya dipinjam dan digadaikan temannya. Karena itu dia sudah tidak bisa kerja ojek dan mulai kenal perempuan,” lanjutnya.

Karena mulai mengenal perempuan dan memerlukan uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, D nekat menjual perabotan di rumahnya pada bulan Oktober lalu

Mengetahui perabotan rumah sudah habis dan genting rumah tidak berada di tempatnya membuat ibu D naik pitam dan melaporkan anaknya itu ke Polsek Pundong. Mendapat laporan itu, Polsek Pundong sempat memberi kesempatan mediasi antara D dan ibunya

Polisi lantas melakukan penahanan terhadap D. Dari pengakuan, D menjual perabotan rumah asal laku. Padahal jika ditaksir normal harga perabotan yang dijual D mencapai puluhan juta rupiah

“Itu dijual kan umpama lemari kursi cuma dijual Rp 500 ribu. Lalu lainnya juga seperti itu, jadi asal laku saja. Kalau dikalkulasi total perabot yang dia jual mencapai Rp 24 juta,” katanya

Menyoal uang hasil penjualan perabotan rumah, D mengaku menggunakannya untuk bersenang-senang atau foya-foya dengan teman wanitanya

“Uangnya hasil jualan perabotan itu digunakan dia untuk foya-foya dengan teman perempuannya,” ujarnya

Atas perbuatannya, D saat ini disangkakan pasal 367 KUHP tentang pencurian. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: