Ogoy Family Cycling Club Asal Muntilan Bertahan Hingga Tiga Generasi

BNews—KOMUNITAS—Salah satu keluarga besar di dusun Sidoharjo Tamanagung Muntilan Kabupaten Magelang memiliki cara unik untuk mempertahankan keharmonisannya. Yakni dengan berolahraga sepeda bersama.

Mereka membuat komunitas bersepeda atau sering disebut gowes, yang terdiri dari satu keluarga besar dengan nama Ogoy family cycling club. Perkumpulan satu keluarga tersebut sudah berdiri sejak tiga generasi.

”Komunitas ini adalah warisan dari kakek kami, dan sudah tiga generasi ini,” ungkap humas Ogoy family cycling club Lina Setyaningsih kepada Borobudurnews, beberapa waktu lalu (8/6/2020).

Dia menjelaskan, sebelumnya komunitas itu bernama The Kosss ( komunitas sepeda ontel suka suka) dengan anggotanya adalah kakek dan orang tua mereka. Namun kemudian berubah nama menjadi Ogoy agar lebih bisa mengikuti perkembangan zaman.

”Terhitung sudah 35 tahun sejak komunitas ini berdiri, dan supaya lebih kekinian jadi kami sepakat mengganti namanya karena anggotanya kebanyakan juga  generasi cucu-cucunya,” jelasnya.

Lanjut Lina, anggota Ogoy mencapai 30 orang namun yang aktif ikut kegiatan sekitar 15-20 orang. Setiap akhir pekan, mereka memiliki jadwal untuk gowes bersama dengan tujuan mengenalkan dan membiasakan anak-anaknya bersepeda.

Loading...

”Namun saat ini sudah seperti kebiasaan kami. Biasanya hanya gowes sekitaran tempat tinggal tapi kami pernah hingga sampai titik nol kilometer Yogyakarta. Selain itu ada yang pernah sampai Ketep Pass,Pos Babadan juga,” imbuh dia.

Download Musik Kekinian Disini

Ketika gowes ke Babadan, Kata Lina, ada salah satu anggota yang ban sepedanya bocor. Saat itu juga dengan cuaca mendung membuat mereka panik.

”Semuanya bingung, tapi juga berusaha bergotong royong untuk mencari jalan keluarnya. Itu salah satu pengalaman yang tidak bisa saya lupakan,” tuturnya.

Selain gowes rutin, tambahnya, komunitas Ogoy ada kegiatan tanam pohon di Taman Jurang jero dalam rangka hari bumi dan tour ke yogyakarta dalam rangka Hut Pancasila. Kemudian dalam rangka memperingati hari lingkungan, mereka akan membagikan masker dan tanam pohon di Jurang Jero.

”Kami memilih Jurang Jero dengan harapan dapat mewujudkan Lereng Merapi sebagai persembahan alam untuk pendidikan global. Saat ini Merapi sebagai salah satu tipologi gunung berapi vulkano untuk dunia,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: