Olahan Biji Salak Madu Magelang Sembuhkan Diabetes dan Jaga Imunitas

BNews—MAGELANG— Hasil olahan buah salak yang cukup terkenal di masyarakat, yakni berupa keripik salak, manisan salak dan sirup salak. Baru-baru ini, populer biji salak yang diolah menjadi ramuan herbal.

Salak Madu dari Magelang menjadi salah satu bahan baku pembuatan ramuan tersebut. Bijinya diambil untuk diolah.

Serbuk biji salak ini dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit. Mulai hipertensi, kolesterol, asam lambung.

Obat herbal ini diklaim juga telah teruji menyembuhkan diabetes. Tidak hanya itu, serbuk biji salak juga mampu menjaga daya tahan dan imunitas tubuh di masa pandemi covid-19.

”Berawal untuk kebutuhan pribadi, ramuan herbal dengan bahan biji buah salak kini justru dapat menjadi bisnis yang mendatangkan keuntungan secara ekonomi,” kata Putut Tetuko yang melakoni usaha pengolahan serbuk biji salak, Minggu (21/2).

DPD PKS Magelang Ramadhan

Warga Dukuh Gunungwijil, Desa Dukuh, Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali ini mengungkapkan, dirinya kewalahan menerima pesanan saat pandemi covid-19. Dimana, banyak masyarakat mencari ramuan herbal seperti empon-empon yang diyakini mampu meningkatkan ketahanan tubuh manusia untuk menjaga kesehatan.

Menurut dia, produksi serbuk biji salak terus meningkat pada 2020. Hingga sekarang, rata-rata mencapai duaton perbulan.

”Padahal, awal produksi serbu biji salak hanya puluhan kilogram. Tetapi masa pandemi permintaan meningkat hingga mencapai dua ton perbulan,” ungkapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Menutut dia, minuman rempah atau empon-empon; seperti jahe, temulawak, kencur dan lainnya populer saat pandemi untuk meningkatkan imun tubuh. Bahkan, dirinya berinisiatif membuat ramuan biji salak yang diproses menjadi serbuk.

”Olahan serbuk biji salak diyakini kaya akan manfaat. Bisa mengobati segala jenis penyakit dan menjaga ketahanan tubuh,” terangnya.

Anggota TNI berpangkat Serka di Koramil Ampel Kodil 0724/Boyolali ini menjelaskan, ide tersebut berawal dari kebutuhan pribadi ibunya saat menderita penyakit diabetes melitus. Dan rajin mengonsumsi serbuk biji salak tersebut hingga berhasil sembuh.

”Dari pengalaman tersebut muncul ide untuk memproduksi serbuk biji salak untuk dipasarkan hingga sekarang,” jelasnya.

Terang dia, ibunya yang menderita penyakit diabetes alhamdulilah bisa sembuh. Serbuk biji salak ini, juga diyakini berkhasiat untuk penyakit hipertensi, kolesterol, asam lambung, menjaga daya tahan, dan imunitas tubuh di masa pandemi Covid-19.

”Harga serbuk bijik salak setiap kemasan isi 250 gram cukup dijual Rp20 ribu. Bahan baku biji buah salak madu didapat cukup mudah dari daerah Magelang dan Sleman,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: