Patroli Woro-woro Bubarkan Kerumunan di Alun-alun Magelang

BNews—MAGELANG— Gabungan personel TNI-Polri dan Satpol PP Kota Magelang menggelar Patroli Woro-woro kepada masyarakat yang terlihat berkerumun untuk menjaga jarak fisik dan menggunakan masker. Aksi ditengah pandemi covid-19 ini dilakukan setiap hari di titik-titik ruang publik yang berpotensi mendatangkan kerumunan.

Seperti di video Instagram resmi Polres Magelang Kota, @polresmagelangkota yang memperlihatkan petugas gabungan menyisir kawasan Alun-alun Kota Magelang. Dalam video yang diunggah Selasa (28/4), Ipda Titi Sayekti dan petugas menemukan anak-anak yang bermain di pinggir dijalan.

”Sekolah saja diliburkan. Tujuannya agar corona tidak semakin meluas. Soalnya orang yang sudah terpapar (terinfeksi) bisa tidak kelihatan (gelajanya),” imbau Ipda Titik sembari meminta anak-anak pulang ke rumah masing-masing.

Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setyawan menuturkan, Patroli Woro-woro tersebut mulai diintensifkan sejak Sabtu, (25/4) dan terus berjalan hingga hari ini. Kegiatan tersebut meliuputi imbauan tidak berkerumun, wajib menggunakan masker dan menjaga jarak fisik.

”Sebenarnya imbauan penanggulangan virus corona sudah digiatkan sejak awal kemunculan covid. Akan tetapi, untuk Partoli Woro-woro baru berjalan sekitar satu pekan yang lalu hingga sekarang,” tutur Nugroho saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (2/5).

Baca juga: Kawanan Perampok di Jateng Berhasil Diringkus Polisi

Nugroho mengatakan, setiap hari ada tim personel yang menyusur area publik seperti di alun-alun. Guna mengimbau sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk lebih taat kepada anjuran pemerintah.

”Apalagi kita memasuki bulan puasa, setiap sore menjelang buka puasa ada warga yang berkerumun. Dengan situasi itu kami terus melakukan Patroli Woro-woro,” katanya.

Disinggung tentang laranangan berkerumun, ia mengingatkan kepada para pelajar SMA/ SMK sederajat untuk tidak menggelar konvoi kendaraan pascapengumuman kelulusan sekolah via online, Sabtu (2/5).

”Pantauan kami dilapangan, di Kota Magelang tidak ada siswa SMA yang merayakan kelulusan seperti menggelar pawai atau konvoi kendaraan,” jelasnya.

”Jika ada kerumunan maka akan langsung dibubarkan,” tegas Nugroho. (mta/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: