Pencari Rumput Temukan Harta Karun Diduga Peninggalan Mataram Kuno di Proyek Tol Jogja

BNews-JATENG- Temuan harta karun diduga peninggalan Mataram Kuno di Desa Wonoboyo dekat proyek tol Solo-Yogyakarta diungkap pria pencari rumput.

Melansir berbagai sumber, warga sekitar proyek tol Solo-Yogyakarta menemukan harta karun diduga peninggalan Mataram Kuno.

Benda berharga tersebut ditemukan di Desa Wonoboyo, Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah, tak jauh dari exit tol Jogonalan. Kini temuan tersebut sudah dievakuasi oleh Balai Pelestari Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jateng-DIY.

Salah satu pekerja yang menemukan benda-benda berharga pada 25 April 2023 tersebut adalah Sriyanto. Ia menemukan benda kuno yang diduga memiliki status obyek diduga cagar budaya (ODCB).

Dia menemukan benda tersebut di kawasan lokasi proyek tol Solo-Yogyakarta di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Selasa (18/4/2023). Benda yang ditemukan memiliki berbagai macam bentuk, sebagian besar memiliki bahan logam.

ODCB tersebut ditemukan Sriyanto saat sedang mencari rumput di sekitar kawasan. Tak ada firasat dalam benak Sriyanto bila dirinya akan menemnukan benda berstatus ODCB di kawasan tersebut.

Saat itu pria berusia 47 tahun tersebut hanya ingin mencari pakan rumput pada Selasa (18/4/2023) sore. “Awalnya sedang mencari rumput, ndak sengaja lihat ada benda mencurigakan,” kayanya Rabu (26/4/2023).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Benda ODCB tersebut ditemukannya di lokasi galian yang ada di lokasi proyek tol Solo-Jogja. Galian tersebut ada karena sebelumnya digali dengan menggunakan alat berat.

Sriyanto saat itu tidak langsung mengevakuasinya. Alih-alih mengambil, Sriyanto malah menutup kembali lokasi penemuan ODCB.

Namun demikian, dia kembali ke lokasi tersebut bersama temannya, Sumidi (46), pada malam hari. Bersama Sumidi, Sriyanto menggali lokasi tersebut.

“Bendanya kebanyakan berbahan logam, tapi tidak tahu logam apa,” ungkapnya.

Benda-benda tersebut lalu ia amankan, namun karena ia takut kenapa-napa menyimpan benda kuno, maka dilaporkan ke pihak desa.

“Sesudah menemukan saya langsung lapor lurah karena takut. Barang sejarah kalau disimpan nanti jadi masalah, ” ucapnya.

Namun karena masih mudik dan libur Lebaran, baru diserahkan pada Selasa (25/4/2023) malam. Pihak Desa lalu segera menginformasikan ke Koramil dan Polsek sekitar, serta ke pihak pengawas balai pelestarian kebudayaan (BPK).

Sriyanto rupanya sempat terus mengunjungi lokasi tersebut selama seminggu penuh sebelum dirinya menemukan benda ODCB tersebut. Hal itu tidak lepas dari ‘peling’ (peringatan) yang didapatkannya.

“Sebelum (penemuan ODCB), selama seminggu, setiap malam, saya datang ke lokasi (penemuan). Enggak ada mimpi apa-apa, hanya peling saja,” tambahnya.

Sayangnya Sriyanto tidak menjelaskan secara rinci dan gamblang, ‘peringatan’ seperti apa yang dia dapatkan. “Kalau saat menemukan hanya sejengkal saja, lokasi awalnya hanya sekitar 1,5 meter kedalamannya,” kata Sriyanto.

Temuan benda diduga berstatus ODCB di lokasi proyek tol Solo-Yogyakarta sudah dilaporkan ke pihak pemerintah Desa Wonoboyo. Benda-benda ODCB yang ditemukan tersebut di antaranya, nampan, guci, mangkok, lentera, arca, dan periuk. Benda-benda ODCB itu pun ditemukan dalam kondisi yang tidak utuh.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kepala Desa (Kades) Wonoboyo, Supardiyono mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi baik dengan Polsek maupun Polres setempat. “Kami juga sudah melapor ke pengawas balai pelestarian kebudayaan (BPK) untuk segera dilakukan penelitian lebih lanjut,” ungkapnya.

Saat ini benda-benda penemuan tersebut disimpan di balai desa agar aman terlebih dahulu. Setelah peristiwa tersebut, kini di sekitar lokasi penemuan banyak ditemui tokeran atau galian baru, Jumat (28/4/2023).

Lokasi penemuan sendiri berada di lahan proyek strategis nasional (PSN) tol Solo-Yogyakarta. Sebelumnya lahan tersebut merupakan lahan pertanian milik warga. Namun sesudah kejadian penemuan oleh Sriyanto dan Sumidi, banyak warga yang ikut mencari juga.

Kepala Bidang Kebudayaan Disporapar, Widowati, mengungkapkan hal itu. “Pak Kades bilang kalau setelah ada penemuan banyak warga yang mulai ikut mencari (benda kuno), karena tanah tersebut sudah jadi milik negara,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Desa Wonoboyo, Supardiyono menyatakan, pihaknya akan mengkoordinasikan dengan pengelola tol terkait hal tersebut.

Tol Solo-Jogjakarta sendiri rencananya akan dibuat melayang di atas menggunakan jembatan, tidak mengeruk tanah di sekitar situs Wonoboyo. (*/tribun)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!