PENTING !! Penyebab Nyeri di Ulu Hati Seseorang, Bukan Karena Putus Cinta

BNews-KESEHATAN- Nyeri ulu hati merupakan sensasi nyeri dan terbakar yang dirasakan di bagian tengah dada. Sensasi tidak nyaman ini disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan, yang terletak di dekat jantung.

Nyeri ulu hati bisa terjadi secara sporadis akibat kebiasaan tidak sehat, seperti merokok dan pola makan yang tidak tepat. Namun, jika nyeri ulu hati berlangsung secara kronis, bisa menjadi tanda adanya penyakit refluks asam lambung (GERD).

Berikut adalah beberapa kebiasaan yang perlu dihindari untuk mencegah timbulnya kembali dan memperparah gejala nyeri ulu hati!

Kebiasaan yang Menyebabkan Nyeri Ulu Hati

Nyeri ulu hati bisa berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam. Rasa nyeri akan hilang dengan sendirinya ketika makanan yang Anda makan terakhir kali sudah keluar dari perut Anda. Beberapa kebiasaan yang bisa memicu nyeri ulu hati adalah:

  1. Mengkonsumsi makanan dalam porsi berlebihan

Makan dalam porsi besar dan berlebihan membuat perut membesar. Hal ini juga meningkatkan tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah (LES), yang bertanggung jawab untuk mengontrol aliran makanan dari kerongkongan ke lambung. Ketika tekanan pada LES meningkat akibat makan dalam porsi besar, LES menjadi lebih longgar, sehingga asam lambung dapat naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar atau refluks asam lambung.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sebagai gantinya, cobalah untuk makan dalam porsi kecil sebanyak enam kali sehari atau tiga kali sehari dengan porsi kecil ditambah tiga kali camilan. Cara ini dapat mencegah perut terlalu penuh dan mengurangi produksi asam lambung berlebihan.

  1. Makan dengan terburu-buru

Makan dengan terburu-buru membuat sistem pencernaan sulit berfungsi dengan baik. Pencernaan yang buruk meningkatkan risiko nyeri ulu hati. Anda dapat memperlambat waktu makan dengan melakukan hal berikut:

Letakkan garpu atau sendok di piring di antara suapan, jangan menggenggamnya.
Kunyah makanan dengan saksama sebelum menelannya.
Kunyah makanan minimal 20 kali atau hitung sampai 20 sebelum mengambil gigitan berikutnya.
Makan dalam porsi kecil.

  1. Mengonsumsi makanan yang memicu nyeri ulu hati

Ada beberapa jenis makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung. Jenis makanan ini dapat menyebabkan refluks asam dan nyeri ulu hati. Oleh karena itu, sebaiknya hindari makanan-makanan berikut:

  • Makanan yang digoreng atau berminyak.
  • Daging berlemak tinggi.
  • Produk susu yang pekat.
  • Cokelat.
  • Permen.
  • Minuman yang mengandung kafein.
  • Minuman berkarbonasi.
  • Minuman beralkohol.
  • Makanan pedas.
  • Buah-buahan sitrus.
  • Makanan yang mengandung tomat.
  1. Merokok

Merokok dapat memicu nyeri ulu hati, terutama pada penderita GERD. Berikut adalah alasan-alasan mengapa merokok dapat memicu nyeri ulu hati:

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
  • Merokok dapat mengurangi produksi air liur yang berfungsi untuk menetralkan asam lambung. Dengan berkurangnya produksi air liur, fungsi penetrasi asam lambung menjadi terganggu.
  • Merokok dapat meningkatkan produksi asam lambung. Hal ini juga dapat menyebabkan garam empedu yang seharusnya berada di usus berpindah ke lambung, sehingga tingkat keasaman lambung semakin meningkat.
  • Merokok dapat melemahkan dan mengendurkan LES. LES yang lemah atau rileks dapat menyebabkan isi lambung naik kembali ke kerongkongan.
  • Merokok secara langsung dapat merusak kerongkongan, sehingga membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan akibat refluks asam lambung.
  1. Berbaring langsung setelah makan

Ketika Anda berbaring langsung setelah makan, isi perut dapat menekan otot LES. Hal ini dapat menyebabkan refluks asam dan memicu munculnya nyeri ulu hati. Beberapa cara untuk menghindari hal ini adalah:

Menunggu dua hingga tiga jam setelah makan sebelum tidur.
Hindari ngemil di malam hari sebelum tidur.
Makan dalam porsi besar di awal hari dan mengurangi porsi saat waktu makan menjelang tidur.

Jika nyeri terjadi dalam jangka waktu yang lama atau semakin parah, sebaiknya Anda mencari rekomendasi obat dari dokter terdekat. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: