Pesona Bunga Tabebuya yang Mempercantik Ruang Publik Kota Magelang
- calendar_month Jum, 2 Okt 2026

Tabebuya di sejumlah ruas jalan Kota Magelang bermekaran, Kamis (1/10/2026). (foto: mta)
BNews–MAGELANG– Ribuan pohon tabebuya di sejumlah ruas jalan protokol Kota Magelang bermekaran serentak. Hal ini menjadi daya tarik sekaligus menambah nilai estetika ruang publik.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang mencatat ada sekitar 2.865 pohon tabebuya yang dikembangkan sejak 2010. Tanaman ini sengaja dikembangkan untuk penghijauan sekaligus peneduh jalan.
Kepala DLH Kota Magelang MS Kurniawan mengutarakan, mekarnya tabebuya merupakan fenomena alami yang dimanfaatkan sebagai nilai tambah bagi estetika kota tanpa mengesampingkan fungsi utama peneduh jalan. Namun, ia mengingatkan pentingnya kajian matang dalam perawatan.
“Kewajiban kami terus menjaga penghijauan kota. Jenis tanamannya apa, lokasinya di mana, termasuk pemeliharaannya, harus dikaji,” ujar Kurniawan, belum lama ini.
Kepala Bidang Pengelolaan Pertamanan dan Pemakaman DLH Kota Magelang Teguh Ariyanto menjelaskan, terdapat dua jenis tabebuya di Magelang. Jenis berdaun kecil umumnya berbunga kuning dan dapat berbunga lebih sering. Sementara jenis berdaun besar memiliki bunga berwarna merah muda dan putih yang berbunga saat peralihan musim kemarau ke hujan.
“Bagi kami, kondisi tersebut cukup membantu karena intensitas penyiraman tanaman taman mulai bisa dikurangi,” jelasnya.
Fenomena mekar serentak ini mulai terlihat sejak Agustus dan puncaknya terjadi pada akhir September, dengan durasi terbilang singkat sekitar dua pekan.
Di balik pesonanya, DLH menghadapi sejumlah kendala operasional, mulai dari penyesuaian pohon akibat proyek pemeliharaan trotoar, kondisi pohon mati, hingga wajib memangkas ranting di sekitar jaringan listrik tegangan tinggi.
Bunga yang berguguran di sepanjang jalan protokol juga berdampak langsung pada operasional petugas di lapangan. “Kalau bunga berguguran, tentu menambah pekerjaan petugas,” beber Ariyanto.
Guna menjaga keberlanjutan tanaman, DLH kini melakukan pembibitan mandiri dengan memanfaatkan biji tabebuya yang mengering dan jatuh. Hasil pembibitan tersebut digunakan untuk penanaman ulang serta memenuhi permohonan pohon dari warga maupun mahasiswa yang menggelar kegiatan penghijauan.
(mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar