Prosesi Pengambilan Air Sendang Banyu Wilis dan Sendang Pule di Ringin Putih Borobudur

BNews–MAGELANG– Uji coba travel patter budaya spiritual digelar oleh Tim Desa Wiringinputih Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, Minggu kemarin (26/6/2022).

Dalam hal itu,  2 padukuhan dilibatkan yakni Ringin Putih Lor dan Ringinputih Kidul. Dua hari sebelum acara berlangsung ibu-ibu dari kedua padukuhan ini melakukan latihan arak-arak.

“Kurang lebih pukul sembilan pagi tamu uji coba travel pattern sudah datang. Kemudian tamu sejumlah sepuluh orang tersebut kita ajak ke pawon Pak Yasak,” Dahlan salah satu warga Ringin putih lor.

Di pawon tersebut perwakilan dari ibu-ibu yang memasak menceritakan apa itu pangan spiritual dan apa saja yang dibutuhkan. Di sini tamu diajari untuk membuat tumpeng uncet, tumpeng ambeng, takir, cara membuat tumpeng golong dan cara menyusunnya. Masing-masing tamu praktek.

“Setelah semua praktek membuat kemudian disusun membuat susunan tumpeng beserta sayur dan lauknya. Adapun yang dimaksud di sini yaitu ada sayur kentang, bakmi goreng, kluban, peyek kacang, lentho, srundeng, krupuk dan yang pokok yaitu ingkung,” imbuhnya.

Kemudian kirap tumpeng digelar  untuk acara ritual pengambilan air suci Sendang Banyu Wilis.

“Jumlah warga dari Ringin Putih Kidul adalah 17 orang. Terdiri dari 1 juru kunci, 2 pengapit yaitu laki-laki yang 1 membawa “siwur”. Dimana yang satu membawa larakan,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Disusul 7 orang perempuan membawa kendi. Dilanjutkan membawa tumpeng uncet, kembang setaman, 4 ambeng dan 1 ingkung. Pengarak berjumlah 17 orang yang bermakna jumlah rakaat dalam sholat 5 waktu untuk umat muslim itu terdiri dari 17 rakaat.

Adapun makna dari apa yang dibawa pada saat arak-arakan banyak sekali.Dahlan menjelaskan secara rinci dalam arak-araknan tersebut.

Mulai dari siwur artinya yaitu isine kang misuwur. Berisi sesuatu yang luhur, Kendhi

artinya kendali ning diri. Yang berisi tirta panguripan kanggo panggesahaning titah dadegake murakabi marang sesama. Ugo ndadegake tombo. Tombo opo kang den butuhake utawa jampi. Air kendi berisi air kehidupan untuk mencukupi kebutuhan bersama. Juga dijadikan sebagai obat. Obat yang dibutuhkan atau jamu.

Lalu Kembang setaman, yang berarti kembang sejagad, rukun, guyub, tamane alam donya goleki seneng kabeh. Artinya bunga seluruh dunia akan rukun, tamannya alam dunia untuk mencari kebahagiaan bagi semua.

Kemudian Ambeng, diartikan Minongko kanggo amambengi bebaya galak utawa balak utawa sengkala lan kena diarani sadaqah. Artinya dapat dijadikan sebagai benteng bahaya jahat atau gangguan dan juga bias disebut sebagai sadaqah.

Ada lagi Uncet diartikan, pamunciting panyuwunan marang kang kuasa den lambangake uncet. Artinya pucak permohonan kepada Yang Maha Kuas. Dan terakhir, Ingkung Ingsun manekung. Berdoa dengan khidmat.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Proses arak-arak dimulai dari depan pawon Pak Yasak. Rombongan pembawa makanan spiritual mulai berjalan menuju Sendang Pule yang diikuti oleh para tamu. Sesampai di pintu gerbang jalan menuju Sendang Pule juru kunci berhenti sebentar untuk berdoa memohon izin memasuki area sendang.

Juru kunci lalu berjalan menuju pohon beringin yang paling besar lalu duduk menghadap ke barat dan diikuti oleh rombongan arak-arak pembawa makanan spiritual duduk menghadap ke utara. Sedangkan para tamu duduk di depan ibu-ibu.

“Di sini juru kunci berdoa untuk meminta izin memasuki wilayah Kerajaan Ringin Putih. Setelah doa minta izin selesai lantas juru kunci pun bangkit meneruskan perjalanan menuju Sendang Banyu Wilis dengan menyusuri pematang sawah. Para rombongan dan tamu pun lantas mengikutinya,” ujarnya.

Sebelum sampai di Sendang Banyu Wilis pun sang juru kunci berhenti lagi dan menghadap ke barat untuk izin pamit hendak mengambil air sendang. Semua rombongan yang membawa makanan selametan pun ikut berhenti. Perjalanan pun dilanjutkan kembali dan berhenti di Sendang Banyu Wilis.

Prosesi pengambilan air pun dimulai. Juru kunci yang didampingi oleh dua pengapit lantas mengambil air sendang menggunakan siwur untuk dimasukkan dalam air kendi. Para wanita pembawa kendi pun lantas silih berganti maju mendekat ke juru kunci untuk mendapatkan air tersebut. Setelah tujuh kendi terisi semua kemudian juru kunci pun jalan naik menuju Ringin Putih Lor.

Di seberang jalan tampak rombongan penyambut dan penerima rombongan sudah siap dengan tugas masing-masing. Para rombongan dari Ringin Putih Kidul pun berbaris dengan rapi dan saling berhadapan dengan rombongan Ringin Putih Lor. Serah terima pun dimulai dengan jabat tangan kedua juru kunci.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Juru kunci Ringin Putih Lor oleh Pak Dahlan. Dilanjutkan serah terima siwur dan larakan oleh kedua pengapit. Kemudian penyerahan tujuh kendi dengan satu persatu diserahkan. Lalu kembang setaman, 4 ambeng dan ingkung.

Setelah semua makanan dan pelengkap ritual diserahkan ke rombongan Ringin Putih Lor dilanjutkan kedua rombongan tadi menuju lapangan Ringin Putih Lor untuk berdoa bersama yang dipimpin oleh juru kunci Ringin Putih Lor. Kedua rombongan mengitari meja altar tempat pelengkap ritual disajikan. Setelah semua mengitari baru satu persatu ditaruh secara berpasang-pasangan.

Pembawa siwur Ringin Putih lor berpasangan dengan pembawa siwur Ringin Putih Kidul menaruh secara bersama melambangkan bahwa warga Ringin Putih Kidul dan Ringin Putih Lor rukun tetap menjaga tali silaturohim. Begitu seterusnya dalam menaruh kendi dan makanan spiritual sampai terakhir ingkung.

Acara pun dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh juru kunci Ringin Putih Lor, Pak Dahlan. Selesai berdoa tamu pun diajak pituturan. Mereka pun terlihat menikmati pituturan yang disuguhkan. Mereka ikut menembangkan syair pitutur. Syair-syair pitutur menceritakan tentang kebesaran Sang Maha Kuasa dan mengajarkan kita sebagai makhluk ciptaanNya untuk selalu bersyukur dan berjalan di jalan yang benar.

Setelah para tamu disuguhkan tetembangan pituturan lalu menikmati kembul bujana atau menikmati hidangan yang sudah disajikan. Makan bersama dengan makanan spiritual yang tadi untuk acara selametan punjung doa. 

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Acara yang terakhir yaitu minum dan membasuh muka air doa dari air kendi tersebut. Karena air Sendang Banyu Wilis dipercaya masyarakat sebagai tirta panguripan dan jampi. Yaitu air sebagai sumber kehidupan dan air untuk obat.

Demikian tadi serangkaian acara ritual prosesi pengambilan air Sendang Banyu Wilis yang didukung oleh warga Ringin Putih Kidul dan warga Ringin Putih Lor. Dengan adanya ritual ini mampu menjaga dan melestarikan sumber mata air baik sumber mata air Sendang Pule dan sendang Banyu Wilis. Kegiatan prosesi ini mengajak kepada masyarakat untuk lebih mencintai tradisi dan budaya Desa Wringinputih itu sendiri. Mampu mempererat tali persaudaraan dan menjaga silaturohim antar kedua padukuhan Ringin Putih Lor dan Ringin Putih Kidul. Dan menjaga Sendang Banyu Wilis agar tetap lestari yang dipercaya masyarakat sekitar sebagai obat. (bsn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!