Puluhan Disabilitas di Magelang Terima Paket Bansos BBRSPDI Temanggung

BNews—MAGELANG— Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini Temanggung, menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat disabilitas di Kota Magelang. Paket bantuan sebanyak 83 buah dibagikan ke tiga Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

Di Kota Magelang mendapat 83 paket dengan rincian sebanyak 16 paket untuk LKS Panti Yayasan Budi Asih. Kemudian LKS Panti YPPALB Putra Mandiri mendapat 17 paket dan SLBC YPPPALB Putra Mandiri sebanyak 50 paket.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBRSPDI Kartini di Temanggung Langgeng Setiawan menuturkan, bantuan itu  berbeda dengan bantuan program PKH, BPNT ataupun BST. Paket bansos itu merupakan refocusing anggaran BBRSPDI Kartini untuk kebutuhan dasar warga terlantar.

Selain itu, pihaknya juga menyalurkan bantuan kepada warga di tujuh kabupaten lainnya. Pendistribusian dilakukan oleh masing-masing Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di setiap daerah.

”Sebelum disalurkan, kami telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi, Kabupaten dan Kota serta LKS. Hal itu dilakukan agar pemberian bantuan tidak salah sasaran,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, BBRSPDI menyalurkan 769 paket bansos kebutuhan dasar senilai Rp 300 ribu perpaket. ”Tujuh kabupaten/ kota yang turut mendapat bantuan yakni Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purworejo, Kabupaten Semarang dan untuk Kabupaten Magelang,” jelas dia.

Sementara itu, Walikota Magelang Sigit Widyonindito mengapresiasi bantuan dari tim BBRSPDI Kartini Temanggung tersebut. Setidaknya dapat mengurangi beban masyarakat yang sedang dalam keprihatinan akibat pandemi virus corona.

Loading...

”Saya sampaikan terima kasih kepada BBRSPDI Kartini yang telah memberikan bantuan, disaat situasi penuh keprihatinan akibat pandemi virus corona ini,” ungkapnya, kemarin (27/5).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Masing-masing paket berisi beras lima kilogram, mi instan depalan bungkus, sarden dua kaleng, telur, sabun cuci dan masker. ”Kita tidak lihat nilainya tapi perhatiannya. Semoga program ini bisa berkelanjutan,” jelas dia.

Tambah Sigit, masyarakat tetap semangat dan tidak lengah meski tren kasus covid-19 di Kota Magelang cenderung landai bahkan menurun. Dirinya mengaku hal itu berkat partisipasi semua pihak, dan masyarakat yang patuh pada anjuran protokol kesehatan.

”Pertahankan terus kebaikan ini. Jangan sembrono, jangan GR (gede roso), meski Kota Magelang paling landai dibanding daerah lain di eks Karesidenan Kedu,” pungkasnya. (mta/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: