Sering Disadari, Kebiasaan ini Sering Jadi Penyebab Gangguan Lambung

BNews-KESEHATAN- Gangguan pada lambung tidak hanya terjadi akibat infeksi bakteri atau kuman saja. Dalam beberapa kasus, timbulnya rasa tidak nyaman atau nyeri pada lambung bisa disebabkan akibat kebiasaan yang salah.

Berbagai macam gangguan lambung meliputi dispepsia, penyakit asam lambung, atau tukak lambung. Ingin tahu apa saja kebiasaan yang dapat memicu gangguan pada lambung? Berikut adalah ulasannya!

Kebiasaan yang Menyebabkan Gangguan Lambung

Berikut ini beberapa kebiasaan yang ternyata dapat memicu gangguan lambung:

  1. Pola makan yang tidak sehat

Kebiasaan mengonsumsi makanan olahan, junk food, atau pola makan tinggi karbohidrat, gula, garam, makanan pedas, dan makanan berlemak dapat menyebabkan sistem pencernaan menjadi tidak sehat.

Jenis makanan tersebut rendah nutrisi, serat, dan kandungan air. Kondisi ini dapat memperlambat proses pencernaan, membuat perut terasa kembung, dan menghasilkan banyak gas.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
  1. Gangguan lambung akibat makan berlebihan

Saat lapar atau setelah berpuasa, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah makan dalam jumlah yang banyak. Padahal, makan berlebihan dapat memperlambat proses pencernaan. Artinya, makanan tetap berada di perut untuk waktu yang lebih lama dan cenderung berubah menjadi lemak.

Akibatnya, makanan menjadi rusak dan tidak dapat dicerna dengan baik. Kondisi ini dapat memicu masalah seperti mulas, refluks asam, muntah, dan mual.

  1. Berbaring setelah makan

Apakah Anda sering makan larut malam? Atau apakah Anda suka berbaring setelah makan? Jika ya, ini bisa meningkatkan risiko naiknya asam lambung.

Saat berbaring, tubuh tidak lagi mendapatkan manfaat gravitasi untuk menjaga agar makanan tetap berada di perut. Jadi, saat berbaring, makanan yang dikonsumsi berisiko bocor melalui sfingter esofagus.

Oleh karena itu, hindarilah makan sebelum tidur, terutama berbaring langsung setelah makan. Jika Anda harus berbaring, usahakan berbaring ke sisi kiri atau mengangkat bagian atas tubuh. Tujuannya adalah untuk membantu menjaga agar makanan tetap berada di perut.

  1. Kurang minum air

Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama gangguan sistem pencernaan karena dapat memicu sembelit, gastritis, dan refluks asam. Keadaan ini membuat lambung kekurangan air yang diperlukan untuk memproduksi asam pencernaan. Penelitian menunjukkan bahwa minum 8 hingga 10 gelas air per hari dapat membantu mengurangi gejala serius akibat refluks asam.

  1. Tidak adanya jeda antara makan dan olahraga

Berolahraga secara teratur dapat meningkatkan kesehatan tubuh, termasuk sistem pencernaan. Namun, jika dilakukan dengan cara yang salah, hal ini dapat menimbulkan masalah baru.

Sebagai contoh, berolahraga setelah makan tanpa ada jeda waktu. Ini dapat menyebabkan masalah pada lambung, sakit perut, atau muntah.

  1. Kurang tidur dapat menyebabkan gangguan lambung

Kurang tidur dapat menyebabkan penyakit GERD, sindrom iritasi usus besar, dan dispepsia fungsional. Penyakit-penyakit ini berhubungan dengan sistem pencernaan yang tidak sehat.

Tidur yang kurang baik berdampak negatif pada mikrobioma usus. Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan masalah pencernaan dan kesehatan secara umum.

Itulah beberapa hal sepele yang dapat menjadi penyebab gangguan lambung. Pastikan Anda menghindari kebiasaan-kebiasaan di atas. Jika sakit pada lambung tidak kunjung membaik, segeralah berkonsultasi dengan dokter terdekat. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: