Sidak, DPRD Dapati Bangunan Pasar Muntilan Retak dan Kramik “Kopong”

BNews—MUNTILAN— Molornya penempatan pedagang Pasar Muntilan membuat DPRD Kabupaten Magelang harus turun tangan. Mereka datang langsung untuk sidak di Pasar Muntilan memastikan persoalan yang terjadi, pagi tadi (23/10).

Rombongan terdiri dari Komisi II dan III DPRD Kabupaten Magelang. Mereka didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM.

Advertisements


Dalam sidak yang dipimpin oleh Ketua Komisi II Grengseng Pamudji tersebut, legislatif memberikan sejumlah catatan di bangunan senilai Rp 97 miliar tersebut. Mulai dari pembangunan hingga manajemen perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.


 “Dari segi bangunan kita tetap aprisiasi kinerja DPU Kabupaten Magelang, contohnya seperti tangga ini sudah mengakomodir bagi pengunjung difable bias sampai lantai atas. Namun masih ada beberapa finishing yang kurang baik dan saya harap segera diperbaiki sebelum semua pedagang pindah kesini,” kata dia.

Saat sidak tersebut terlihat beberapa atap retak dan keramik “kopong” sehingga harus di perbaiki. “Masih dalam tingkat wajar, bisa segera dibenahi dalam masa perawatan. Saya tadi juga mempertanyakan massa bangunan ini berapa tahun kepada DPU, kemudian mereka jawab sekitar 20 tahun,” paparnya.

Selain itu, dia menyoroti banyaknya masukan terkait ukuran fasilitas umum dan los serta kios yang dipersoalan pedagang. “Kita minta ke DPU dan Dinas Pasar untuk evaluasi kembali, untuk harga saya rasa sudah cukup kita hormati karena kemarin sudah berkali-kali kita fasilitasi untuk keringanan. Besok akan segera kita kumpulan pihak-pihak terkait untuk lakukan evaluasi,” ungkapnya.

Terkait rencana Dinas Perdagagang, Koperasi dan Pasar untuk memaksimalkan fungsi lahan parkir baseman dijadikan pusat kuliner muntilan, Grengseng meminta untuk dikaji ulang. “Lokasi itu rencana awal diperuntukan untuk parkir, jika dijadikan kuliner harus banyak pembenahan dan perlengkapan yang mendukung seperti sanitasi dan jalan asap,” tegasnya.

“Saya rasa ini lemah dalam perencanaan dan bisa jadi dalam pengawasan saat pembangunan berjalan,” tandasnya. Pembangunan pasar sendiri dilaksanakan oleh PT Armada Hada Graha.

Sementara PLT Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Magelang, Edi S mengatakan kekurangan dalam bangunan pasar muntilan masih terbilang wajar.”Jika nanti masih masuk dalam tahapan pemeliharaan nantinya akan segera dibenahi secepatnya,” katanya saat mendampingi sidak anggota Dewan (23/10).  (bn1/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: