Syekh Puji Kembali Kembali Dilaporkan Nikahi Gadis Dibawah Umur

BNews–SEMARANG-– Syekh Puji pria nyentrik asal Bedono Kabupaten Semarang ini kembali dikabarkan tersandung kasus hukum. Dia dilaporkan menikahi bocah berusia tujuh tahun asal Kabupaten Magelang.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana Sutisna membenarkan informasi tersebut. “Kalau kasus Syekh Puji memang sudah diproses oleh Ditreskrimum Polda Jateng,” katanya (1/4/2020).

Ia menyebut saat ini pihaknya juga sudah memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan pernikahan di bawah umur ini. Namun dia belum mengungkap siapa saja yang sudah dimintai keterangannya.

“Yang dilaporkan oleh pelapor adalah pencabulan dari pernikahan dini. Sedangkan saksi yang diperiksa ada enam orang,” imbuhnya.

Iskandar menambahkan pihaknya sudah mendapatkan hasil visum terhadap korban. “Hasil visum korban sudah keluar. Namun tidak ditemukan adanya persetubuhan,” tutur Iskandar.

Sementara beberapa waktu lalu Ketua Komnas Perlindungan Anak Jateng, Endar Susilo, mengaku mendapatkan informasi tersebut. Kemudian pada 21 Februari 2020 melaporkan hal tersebut ke Polda Jateng,” katanya (13/3/2020).

Ia menilai pelaku kejahatan terhadap anak dapat dijerat UU no. 23 tahun 2002, yang diperbarui UU no. 35 tahun 2014 tengang perlindungan anak. “Kami ingin pelaku pernikahan anak di bawah umur itu bisa mendapat hukuman yang setimpal,” jelasnya.

Loading...
DOWNLAOD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Namun, kata dia, meski telah menikah keduanya tidak hidup serumah. Sang anak masih tinggal bersama orang tuanya di Grabag Magelang. “Pernikahannya siri,” kata dia.

Menurutnya, gadis itu kini masi bersatus pelajar. “Kami mengecek dan bertemu orangtua saja karena anaknya berada di dalam rumah,” jelasnya seperti dikutip di laman tribunews.com.

Dia mengaku sudah mendatangi rumah bocah tersebut sebanyak dua kali. Mereka hanya bertemu dengan kedua orang tuanya.

Ia menilai pelaku kejahatan terhadap anak dapat dijerat UU no. 23 tahun 2002, yang diperbarui UU no. 35 tahun 2014 tengang perlindungan anak. “Kami ingin pelaku pernikahan anak di bawah umur itu bisa mendapat hukuman yang setimpal,” jelasnya.

Sebelumnya nama Syekh Puji pernah bikin heboh dengan menikahi gadis berusia 12 tahun pada 2008. Kala itu, majelis hakim PN Kabupaten Semarang menjatuhkan vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 60 juta.

Berdasarkan pemeriksaan bukti dan saksi, kala itu hakim memutuskan Syekh Puji terbukti melakukan unsur tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau bujuk rayu. Hal itu untuk melakukan persetubuhan sebagaimana termaktub dalam Pasal 81 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Saat itu Syekh Puji lantas mengajukan banding. Namun banding Syekh Puji ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Jateng. Lelaki yang terjerat kasus pernikahan di bawah umur tetap diharuskan menjalani hukuman 4 tahun dan denda Rp 60 juta.

Kasus ini berawal dari pernikahan Syekh Puji dengan Lutfiana Ulfa pada Agustus 2008. Saat itu, Ulfa berusia 11 tahun. Aktivis aktivis LSM mempermasalahkannya, sehingga polisi mengusut kasus itu. (*/ahg)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: