Tabrak Truk Molen, Bocah Klitih Bawa Celurit di Jogja Berhasil Ditangkap Warga

BNews—JOGJAKARTA— Jogjakarta hingga sekarang, (29/7), masih jauh dari rasa aman dan tenteram. Aksi kejahatan jalanan seperti klitih masih saja terjadi.

Terbaru, anggota rombongan klitih yang membawa senjata tajam jenis celurit berhasil diamankan warga usai menabrak truk molen. Peristiwa yang terjadi ringroad selatan Jogjakarta ini diunggah netizen @alvin_ezhar dan di-retweet pegiat media sosial Twitter @upil_jaran67.

”Ati-ati wae lur nek bengi raono kepentingan rasah nendi-nendi opo meneh lewat ringroad. @upil_jaran infone iki ning ringroad ndi yaa sek klitih nabrak truck molen,” tulis @alvin_ezhar dikutip Borobudur Nuws, Kamis (29/7).

Video berdurasi 18 detik ini memperlihatkan aksi pembonceng motor berjaket hijau yang mengayunkan sebilah celurit ke warga di belakang yang diduga sedang mengejarnya mengunakan mobil. Dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor ini akhirnya tersungkur usai menabrak truk molen di depannya.

”Yang ngejar Tim Jawil Njondil beberapa waktu kemarin di ring selatan Jogja,” terang @upil_jaran.

Netizen yang geram dengan aksi geng klitih ini pun melontarkan narasi kritik di kolom komentar hingga mengecam tindakan mereka. ”Weh Bang Jago, Rek,” cuit @SatrioAdi29.

”Jogja romantic pol mentok Tugu Jogja &Malioboro. Sisanya stay safe dan doa istigosah,” kritik @nopal__.

”Mangan molen we enak opo neh nabrak molen,” canda @dickyhp0.

”Di cor sisan wae mumpung ana truk mixer,” saran @bhubvya dengan nada gurau.

”Motivasinya apa sih sampai nglitih ngono kui. Apa puas nek udah melukai orang. Mending nonton film nyemil-nyemil di rumah bareng keluarga, Mas. Pa turu wae genah daripada nglitih gajelas anjirm,” ujar @kawaiitaa.

Sementara itu, sukarelawan pencegah aksi klitih atau kejahatan jalanan di Sleman, Jawil Jundil (JJ) membenarkan komunitasnya melakukan pengejaran seperti dalam video viral tersebut. Rombongan klitih itu ditemukan di jalanan sebelah timur Terminal Giwangan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Saat itu, ada lebih kurang sepuluh sepeda motor yang bergerombol. Namun, hanya satu kendaraan saja yang berhasil diamankan. Sementara pelakunya yang diduga masih di bawa umur sempat berusaha kabur.

Koordinator Lapangan (Korlap) Jawil Jundil, Guntur Irmanda Putra mengatakan, penangkapan berawal dari laporan salah seorang warga setelah melihat gerombolan yang meresahkan. Personil JJ memutuskan langsung bergerak untuk melakukan penyisiran.

”Kita dari Kotagede ke arah ringroad. Ketemunya ketika sudah sampai di selatan Giwangan terus kita puter balik lagi ke arah Kotagede lewat ringroad itu ternyata berpapasan,” katanya.

”Di situlah rombongan mengacungkan celurit dan naik di atas motor sambil memutar-mutar gir. Kita putar balik, kita kejar,” sambungnya.

Gerombolan yang panik diketahui aksinya langsung kalang kabut menggeber motornya. Namun satu motor dari rombongan itu bernasib kurang beruntung lantas menabrak sebuah truk molen.

”Iya itu salah satunya nabrak truk molen. Pelaku yang tertangkap pertama itu, satunya karena panik to yang ngga nabrak itu lari malah lompat dari motornya itu yang belakangnya itu tapi juga ketangkep,” jelasnya.

Dengan kesepakatan yang telah dijalin dengan jajaran Polres Sleman serta aparat terkait. JJ pun menyerahkan pelaku klitih itu ke kepolisian setempat untuk diproses lebih lanjut.

”Kita laporkan itu ke hukum sektor karena itu masuk hukum Polsek Banguntapan. Kita serahkan ke Polsek Banguntapan dengan dua tersangka dan barang bukti celurit dan sabuk,” pungkasnya. (hil/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: