Terungkap Pembunuh PSK Online di Sleman Remaja 19 Tahun, Ini Motifnya

BNews—SLEMAN— Kasus pembunuhan PSK Online asal Wonosobo, SB, 36, di sebuah hotel di Condongcatur Kabupaten Sleman pada Kamis 5 Maret silam terungkap. Pelaku menjalani proses rekonstruksi pembunuhan tersebut, kemarin (5/6/2020).


Informasi yang dihimpun, pelaku berinsiial Cr. Usianya baru 19 tahun dan berstatus sebagai mahasiswa.


Dalam rekonstruksi tersebut, diketahui pelaku nekat membunuh korban karena sakit hati. Korban saat itu menolak melayani hubungan seks dengan CR.


“Tersangka sudah kita amankan. Tadi juga selesai rekontruksi. Inisial CR usia 19 tahun. Dia berasal dari luar Jawa sementara itu kita sampaikan,” kata Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah.


Deni menjelaskan dari awal polisi sudah mengantongi nama tersangka. Polisi lantas berkomunikasi dengan keluarga pelaku dan mereka kooperatif.

Dari hasil rekontruksi yang dilakukan Jumat (5/6) tadi, tersangka ini mengaku sakit hati karena penolakan korban. Tersangka dan korban ini awalnya sudah bersepakat untuk transaksi hubungan badan. Namun ketika bertemu korban langsung menolak tanpa alasan yang jelas.

“Motifnya yang kita gali tersangka sakit hati dengan si korban. Faktor dari pemeriksaan sementara dipicu karena dalam korban tidak berkenan melayani pemesan si tersangka. Mereka tidak saling kenal,” katanya.


Ya, dari keterangan pelaku (korban) tidak mau saja. Tidak mau melayani si tersangka. Belum sempat terjadi persetubuhan baru bertemu sudah menolak. Belum terjadi pembayaran,” ujar Deni.


Rekontruksi yang digelar hari ini berisi 32 adegan. Dari rekontruksi diketahui korban kehabisan darah setelah mendapat tusukan berulang kali dibagian leher menggunakan sangkur. Sangkur tersebut dibawa tersangka memang untuk berjaga-jaga.


“(Korban) meninggal akibat kehabisan darah. Ada luka senjata tajam. Yang fatal di bagian leher menggunakan pisau sangkur milik tersangka. Senjata itu sama si tersangka selalu dibawa tidak ada niat melukai untuk jaga-jaga saja,” katanya.


Dia menjelaskan pelaku ini awalnya datang ke Yogyakarta untuk bersekolah. Namun saat peristiwa terjadi dia sudah tidak bersekolah lagi. Kini tersangka terancam hukuman seumur hidup atas kasus ini.


“Pasal kita jerat pembunuhan 338 ancaman pidana seumur hidup. Tidak ada niat dari si pelaku menghabisi korban. Barang bukti yang kita dapat senjata tajam yang ditinggal tersangka di TKP,” pungkas Deni. (hr/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: