Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Tolak Transmigran Baru, Warga Kulonprogo Batal Berangkat ke Kalimantan

Tolak Transmigran Baru, Warga Kulonprogo Batal Berangkat ke Kalimantan

  • calendar_month Sen, 11 Agu 2025

BNews-JOGJA- Program transmigrasi yang tengah diproses Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kulonprogo mengalami kendala setelah muncul gelombang penolakan dari warga Kalimantan Tengah (Kalteng).

Rencananya, para calon transmigran (Catrans) dari Kulonprogo akan ditempatkan di Kabupaten Sukamara, Kalteng.

Namun, penolakan tersebut membuat Kementerian Transmigrasi bersama Pemerintah Daerah Sukamara membatalkan Sukamara sebagai lokasi transmigrasi.

Padahal, Disnaker Kulonprogo telah melakukan proses seleksi pada pertengahan Juli 2025 dan siap mengumumkan daftar Catrans yang berhak berangkat.

Hingga saat ini, perubahan lokasi transmigrasi bagi Catrans Kulonprogo belum mendapatkan kepastian.

“Hasil seleksi belum diumumin karena ada perubahan lokasi jadinya masih menunggu penempatan baru,” ujar Pengantar Kerja Bidang Hubungan Industrial dan Transmigrasi Disnaker Kulonprogo, Dedy Santoso, Minggu (10/8/2025).

Dedy membenarkan pembatalan penempatan ke Sukamara disebabkan gelombang penolakan warga setempat.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi keselamatan dan keamanan para Catrans dari Kulonprogo.

“Betul, batal karena ditolak warga sana, kami diinformasikan batal akhir Juli lalu,” katanya.

Karena belum ada lokasi pengganti, hasil seleksi yang telah dilakukan sampai saat ini belum bisa diumumkan. Meski demikian, Dedy menyatakan tidak mempermasalahkan pembatalan tersebut.

Ia berharap pembatalan tidak berpengaruh terhadap kuota transmigrasi yang sudah dialokasikan untuk Kulonprogo.

“Harapan kami kuotanya tetap lima KK saja tidak kurang atau lebih karena tambahan anggaran sudah disetujui,” ucapnya.

Dedy menjelaskan bahwa awalnya kuota transmigrasi untuk Kulonprogo hanya dua kepala keluarga (KK), namun kemudian ditambah menjadi lima KK oleh Pemda DIY. Penambahan ini juga diikuti dengan penyesuaian anggaran.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Transmigrasi Disnaker Kulonprogo, Farida Ariyani, menuturkan bahwa seleksi dilakukan dengan cermat untuk memastikan calon transmigran yang terpilih benar-benar siap.

Menurutnya, mereka harus memiliki mental perantau agar mampu bertahan selama menjalani kehidupan transmigrasi.

“Kami tidak ingin hanya dua tahun di sana terus balik kalau kaya gitu kan program transmigrasi tidak tercapai,” ucapnya.

Farida menegaskan, sesuai aturan, para transmigran tidak diperbolehkan kembali ke Kulonprogo dalam jangka waktu tiga bulan berturut-turut. Namun, ia menambahkan bahwa kunjungan singkat tetap diizinkan. “Tetap boleh tetapi hanya untuk sekadar beberapa hari saja tidak dalam jangka waktu yang lama,” jelasnya.

Dengan adanya pembatalan ini, Disnaker Kulonprogo masih menunggu keputusan resmi mengenai lokasi baru penempatan para Catrans, sambil berharap kuota dan anggaran yang telah disiapkan tidak mengalami perubahan. (*/Disadur Dari Harian Jogja)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less