Tren Covid-19 Naik, Pemkot Magelang Tunda Pembelajaran Tatap Muka

BNews—MAGELANG—Grafik kasus Covid-19 di Kota Magelang menunjukkan tren kenaikan cukup signifikan. Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang pun tak ingin gegabah menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Rencana Pemkot Magelang untuk menggelar percobaan KBM tatap muka di 17 sekolah negeri urung dilakukan. ”Saya prihatin, Kota Magelang yang sempat hijau sebulan lebih,” kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito.

Dia menyebut, pihaknya  intens melakukan kajian dan evaluasi soal rencana pengaktifkan kembali KBM tatap muka terbatas, dengan memperhatikan protokol kesehatan. ”Mau gimana lagi. Tidak boleh gegabah apalagi dipaksakan. Walaupun sudah kita rencanakan matang-matang, tapi kesehatan anak-anak kita, keselamatan anak-anak kita tetap yang paling utama,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Agus Sujito mengatakan, pihaknya telah mencabut rencana KBM tatap muka 17 sekolah percontohan. Termasuk sistem KBM kunjungan para guru ke rumah pesera didik pun dihapuskan.

”Untuk pembukaan kembali kami masih menunggu ketentuan dari Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Magelang,” kata dia, Rabu (12/8/2020).

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Agus menjelaskan, program KBM kunjungan guru ini berlaku untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP sederajat, mereka akan mendatangi rumah peserta didik dan memberikan materi pelajaran. Program tersebut, sudah berjalan sejak bulan lalu.

”Misalnya ada satu kampung tapi siswanya 5 anak, ya dijadikan satu dengan protokol kesehatan ketat, lalu diberi materi. Praktiknya, bisa seminggu sekali atau sebulan sekali, tergantung dari kapasitas,” jelasnya.

”Tetapi belakangan dihilangkan karena dirasa berisiko di tengah pandemi saat ini. Kita tentunya tidak mau, program yang kita laksanakan ini justru punya risiko tinggi. Sekarang KBM yang berlaku, tetap daring seperti biasanya, sampai dengan waktu yang belum ditentukan,” sambungnya.

Tambah dia, pihaknya telah mengusulkan agar ada anggaran bantuan kuota siswa. Anggaran itu diambil dari dana penanganan Covid-19, APBD Kota Magelang. ”Sudah kita usulkan, tinggal menunggu realisasinya. Bantuan nanti sifatnya subsidi pembelian internet,” pungkasnya.

Sebagai informasi, data Covid-19 pada Rabu (12/8/2020) pukul 18.00 WIB menunjukkan jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif sebanyak 75 kasus dengan delapan diantaranya menjalani perawatan di rumah sakit. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: