UMP di Jogja Naik 3,54 Persen, Tambah Rp60.392 Pada 2021

BNews—YOGYAKARTA—Pemerintah Provinsi DIY menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 sebesar 3,54 persen. Kendati Kementerian Ketenagakerjaan RI menetapkan tidak ada kenaikan pada tahun depan.

UMP DIY tahun 2021 ditetapkan sebesar Rp1.765.000, atau naik sebesar 3,54 persen. Sehingga bertambah Rp60.392 dari upah minimum yang berlaku pada tahun ini sebesar Rp1.704.608.

Diketahui bahwa kenaikan UMP 2021 ini merupakan kebijakan dari Gubernur DIY. Melalui Surat Keputusan Gubernur DIY nomor 319/KEP/2020 tentang Penetapan UMP DIY 2021, tanggal 31 Oktober 2020.

”Hari ini sudah ditandatangani Gubernur,” ujar Ketua Dewan Pengupahan Provinsi DIY Aria Nugrahadi, Sabtu (31/10/2020). Dikutip dari Suarajogja.id.

Menurut dia, keputusan tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan. Di antaranya rekomendasi hasil Sidang Pleno dari Dewan Pengupahan DIY yang disampaikan pada Jumat (30/10/2020).

Dalam rapat tersebut dihasilkan rekomendasi peningkatan perekonomian bagi pekerja dan kelangsungan usaha pada saat pandemi Covid-19 melalui kenaikan UMP. Selain itu, juga untuk menjaga stabilitas dan menciptakan suasana hubungan industrial yang kondusif.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)
Loading...

”Sidang pleno sendiri, dihadiri oleh ketiga unsur Dewan Pengupahan, seperti pemerintah, unsur pekerja atau buruh, serta para pengusaha,” papar dia.

Sementara dari hasil kajian tenaga ahli yang menggunakan data BPS, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi maupun inflasi nasional, diusulkan kenaikan UMP sebesar 3,33 persen. Dari permintaan unsur pekerja/buruh, kenaikan sebesar 4 persen. Sedangkan unsur pengusaha tidak berkeberatan atas kajian para ahli.

”Berdasarkan pertimbangan rekomendasi itu, Gubernur DIY menetapkan UMP tahun 2021 sebesar Rp1.765.000 dan berlaku mulai 1 Januari 2021,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aria mengatakan bahwa keputusan penetapan UMP merupakan kewenangan kepala daerah sebagai jaring pengaman, sesuai PP 78 tahun 2015. Menurutnya, pemda mempertimbangkan kondisi perekonomian DIY di masa pandemi Covid-19.

Selain itu, keputusan kenaikan UMP 2021 juga berdasarkan atas pertimbangan dan kebijakan yang mendalam terkait kondisi perekonomian di masa pandemi. ”Serta peningkatan perekonomian bagi pekerja dan keberlangsungan usaha,” pungkasnya. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: