UNIK !!! Tradisi Jawa “Merti Mawar” Di Pakis Magelang Digelar Tepat Di Bulan Suro

BNews–MAGELANG– Tradisi budaya masyarakat jawa memang banyak yang unik. Terlebih lagi jika moment tersebut bertepatan dengan  Bulan Muharram atau sering dikenal juga Bulan Suro.

Seperti sebuah tradisi bernama ” Merti Mawar” yang rutin dilakukan setiap tahunnya oleh warga masyarakat di Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang. Dan kali ini mengangkat tema “Merah Putih Mawarku, Bangkit Ekonomi Pertiwi”.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Magelang, Mantep Sudarsono yang juga inisiator kegiatan tersebut mengatakan bahwa Merti Mawar ini merupakan salah satu kegiatan selamatan.

“Kegiatan selamatan ini dilakukan oleh warga di wilayah Kecamatan Pakis. Terutama warga yang menjual dan membeli bunga mawar seperti di Gumelem, Warangan, Kajangkoso dan Banyusidi,” katanya.

Kegiatan yang dilakukan pada pukul 05.30 di Dusun Magersari Desa Pakis tersebut menurut Manteb adalah salah satu cara mengucapkan syukur dan meminta keselamatan. Terpenting lelancaran oleh para petani bunga mawar.

Menurutnya petani bunga mawar sudah sejal pukul 03.00 pagi mulai memanen mawar sebelum dijual di tempat tersebut.

” Pasar ini setiap hari hampir tidak pernah libur. Namun pasar ini hanya mulai sekitar pukul 05.30 sampai pukul 06.30,” lanjutnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dijelaskannya jika di Desa Pakis hampir 90 persen penduduk setempat menanam bunga mawar, walaupun ditanam secara tumpangsari atau jadi satu dengan tanaman yang lainnya. Dan untuk saat itu, harga mawar mencapai 200 ribu rupiah per keranjang.

” Rabu Pon, Kamis Wage dan Jumat Kliwon itu sebagai hari baik menurut pedagang mawar untuk menjual mawar di sini (Pasar Mawar), ” ungkapnya

Manteb menyampaikan jika kondisi sebelum Pandemi, pelaksanaan Merti Mawar selalu meriah dengan mengundang masyarakat sekitar serta menyuguhkan kirab tumpeng mawar beserta tontonan kesenian rakyat. Namun karena masih dalam kondisi Pandemi, Merti Mawar kali ini dilakukan hanya dengan melakukan doa keselamatan uang diikuti oleh pedagang dan pembeli mawar saja.

” Untuk tumpengnya dibuat oleh KWT (Kelompok Wanita Tani) Gumelem dan Magersari. Semoga bunga mawar yang ditanam di Desa Pakis dapat mengangkat perekonomian warga setempat. Karena untuk kebutuhan sehari-hari mereka sudah tercukupi dengan menjual mawar ini,” terang Manteb

Sementara ditempat yang sama Jumirah (62) selaku pedagang mawar dari Dusun Widen Desa Pakis mengatakan jika mulai pukul 03.00 sampai pukul 05.00 sudah mulai untuk memanen mawar miliknya. Menurutnya hanya dengan berjualan mawar saat pagi hari itu, dirinya sudah dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.

” Kalau pagi ya jualan mawar dulu, sampai sekitar jam 7, kemudian nanti ke pasar dan setelah Dzuhur baru kesawah merawat tanaman. Alhamdulilah hasil dari menjual mawar ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Jumirah. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: