Unik, Warga di Boyolali Memilih Hewan Ini Untuk Ditunggangi

BNews—BOYOLALI—Ada tren unik untuk menghabiskan sore hari, yakni dengan jalan-jalan naik sapi di Desa Semaran, Desa Jurug, Boyolali. Anak-anak dan remaja di desa tersebut lebih memilih menaiki sapi dibanding sepeda yang saat ini sedang digandrungi.

Menurut salah satu pemuda, Tedi Nugroho, 20, dirinya bersama teman-temannya sering menunggangi sapinya setiap hari Sabtu atau Minggu sore. Biasanya memilih jalur menuju alun-alun, simpang lima Boyolali, atau ke Pasar Hewan Sunggingan.

Belum lama ini bahkan ada video yang memperlihatkan aksinya saat jalan-jalan naik sapi di Boyolali itu viral. ” Video dibuat sekitar dua bulan lalu, kami sedang jalan-jalan pada Sabtu sore,” katanya beberapa waktu lalu, dikutip dari Solopos.

”Saat ini kan sedang musim gowes, lalu pada bikin caption, kalau sekarang mau musim sapi sama kuda. Ternyata video kami viral,” sambungnya.

Tedi mengaku aksi menunggang sapi sudah menjadi kegiatan yang biasa dilakukannya bersama teman dan anak-anak di sekitar tempat tinggalnya. ”Tujuannya menghibur diri selepas pulang merumput, capek, lalu kami buat hiburan sendiri,” akunya.

Dia pun berharap dengan aksi naik sapinya tersebut dapat memopulerkan sapi PO kembali. Serta dapat meningkatkan harga jual sapi PO tersebut.

”Harga sapi PO berkisar antara Rp30 juta-Rp90 juta, tergantung ukuran dan untuk bobotnya bisa mencapai 9,5 kuintal, sedangkan untuk anakan sekitar Rp15 juta hingga Rp22 juta,” jelasnya.

Loading...

Sebagai informasi sapi jenis peranakan ongole (PO) adalah sapi yang berasal  dari Indoa dan masih tergolong sapi berpunuk. Memiliki beberapa ciri khas, antara lain berbadan besar, berpunuk besar, bergelambir longgar dan berleher pendek. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: