Update Laporan Aktivitas Gunung Merapi, Gempa Guguran Dan Hembusan Masih Terjadi

BNews–JOGJA– Perlu diketahui situasi Gunung Merapi terbaru pada Senin, 15 November 2021 berdasarkan pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB. Dimana update laporan ini dikeluarkan oleh BPPTKG Yogyakarta melalui rils resminya.

Gunung Merapi tercatat mengalami 46 kali gempa guguran, 3 kali gempa hembusan, 1 kali gempa hybrid/fase banyak dan 1 kali gempa vulkanik dangkal. Sampai saat ini, gunung api yang terletak di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih berstatus Siaga Level III.

Sedangkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro. Dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Berikut adalah aktivitas terkini Gunung Merapi berdasarkan laporan laman magma.esdm.go.id, Senin (15/11) pukul 12.00-18.00 WIB.

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah; dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak.

Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah timur. Klimatologi Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah timur. Suhu udara sekitar 18-20°C. Kelembaban 78-99%. Tekanan udara 568.5-759.75 mmHg. Intensitas curah hujan 35 mm per hari.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Pengamatan Kegempaan 46 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-23 mm dan lama gempa 27.4-155 detik. 3 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-4 mm, dan lama gempa 14.5-24.8 detik.

Lalu 1 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P 0.76 detik dan lama gempa 10.2 detik. 1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 26 mm, dan lama gempa 10.4 detik.

Sementara untuk rekomendasi yakni Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro; dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Kemudian masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.Masyarakat juga agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Dan untuk penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Untuk para pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi. Dan jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: