Usai Hamili ABG, Pria Ini Nikahi Perempuan Lain di Polresta Magelang

BNews—MAGELANG TENGAH—Suasana bahagia bercampur haru mewarnai akad nikah seorang tahanan Polres Magelang Kota, SN, 23, dengan kekasihnya, RR. Akad keduanya terpaksa digelar di ruang Sat Reskrim, Kompleks Mapolres Magelang Kota dengan penjagaan ketat anggota kepolisian, Sabtu pagi (11/5).

Sang mempelai pria, Sanni, warga Kampung Wates Prontaan RT06/ RW04, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara ditahan lantaran terjerat kasus pencabulan. Mirisnya, pelaku akhirnya lebih memilih kekasihnya, Ririn, ketimbang menikahi korban, WEL, 17, warga Desa tempak Wetan, Kecamatan Candimulyo yang diketahui tengah mengandung.

Maklum, pernikahan Sanni dan Ririn memang sudah jauh hari didaftarkan ke Kantor Urusan Agama (KUA) dan diagendakan hari ini. Sebelum peristiwa pencabulan yang dilakukan pelaku kepada WEL terjadi.

Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi melalui Kasubbag Humas AKP Nur Sajaah mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali memfasilitasi akad nikah serupa bagi tahanan. Kendati mempelai pria tersandung kasus persetubuhan anak di bawah umur, namun dari kedua belah pihak keluarga bersepakat pernikahan tetap harus digelar.

”Karena keluarga tidak mempermasalahkan, akad nikah tetap dilaksanakan tadi pagi pukul 09.00 WIB,” terang Nur.

Terang Nur, usai menggelar prosesi akad, tersangka dikembalikan ke ruang tahanan. Ditanya soal kesempatan malam pertama, pihaknya mengaku tidak akan memberikan fasilitas tersebut. Sebab, selain tidak memiliki bilik asmara, polisi memiliki batasan tertentu sesuai prosedur yang berlaku.

“Ada pengajuan hak yang dikabulkan dan ditolak. Salah satu yang dikabulkan adalah pernikahan tetap digelar sesuai rencana meski di dalam Mapolres,” jelasnya.

Perwira dengan tiga balok di pundak itu menerangkan, Sanni ditangkap karena diduga melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Lantaran anaknya positif hamil dan enggan bertanggung jawab, Wahyu Sasongko Jati, 51, melaporkan pelaku ke Polres Magelang Kota.

“Petugas langsung menindaklanjuti perkara dengan melakukan penyelidikan oleh unit PPA. Tim akhirnya mengamankan pelaku di KUA Magelang Tengah setelah selesai melakukan penataran perkawinan,” tegasnya. Imbuhnya, dari barang bukti yang disita, polisi mengamankan pakaian pelaku dan korban saat melakukan hubungan badan.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 76 D UURI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU jo Pasal 82 ayat 1 UURI Nomor 17 tahun 2016 tentang peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 th 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: