Usai Viral, Tol Kayangan Magelang Dipenuhi Pedagang

BNews—MAGELANG— Satu jalan yang menghubungkan antar dusun di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang mendapat julukan ‘Tol Kayangan’. Sebelumnya, sebutan ini ditujukan kepada jalan penghubung di kabupaten Batang dengan Dieng di Kabupaten Banjarnegara.

Tol Kayangan di Magelang ini letaknya tak jauh dari jalan utama Magelang-Boyolali via Selo. Keindahan panorama alam yang tawarkan pun mampu menarik banyak wisatawan.

Jalur ini juga merupakan rute yang cukup menjadi favorit para goweser. Karena banyaknya orang yang berkunjung, warga setempat pun berinisiatif membuka warung-warung jajanan/makanan.

Pantauan Borobudurnews di lokasi, Kamis (23/9/2021), nampak beberapa lapak-lapak pedagang. Mulai dari berjualan minuman, makanan ringan, gorengan dan lain sebagainya.

Para pengunjung, terlihat menikmati keindahan alam yang tersaji di lokasi tersebut. Mereka juga nampak mengabadikan momen dengan berfoto dan membuat video.

Salah satu pedagang, Novita, mengaku bahwa dirinya telah berjualan di dekat Tol Kayangan itu sekitar satu bulan lalu. Dia menyebut, hampir setiap hari selalu ada pengunjung.

”Saya jualan kopi, teh, minuman botol, mendoan, mie dan lain sebagainya,” ujarnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Kepala Desa Wonolelo, Marpomo mengatakan jalan tersebut merupakan jalan yang belum lama ini selesai dibangun. Tak berselang lama, jalan itu menjadi viral dan ramai pengunjung.

”Mulai ramai ini ya sekitar satu bulan lalu. Kemudian kami membentuk pokdarwis. kami berencana akan menata tempat tersebut agar lebih nyaman bagi pengunjung,” kata dia, saat ditemui di Kantor Desa Wonolelo, Kamis (23/9/2021).

Karena semakin banyak pengunjung, lanjutnya, pokdarwis kemudian menyiapkan lahan parkir. Serta secara perlahan menyiapkan hal-hal lain seperti toilet bagi pengunjung dan nanti rencananya lapak-lapak pedagang akan ditata.

”Parkir sepeda motor tarifnya Rp 2.000 per motor dan mobil sebesar Rp 5.000. Kedepannya, kita berencana akan lebih meningkatkan di wisatanya, seperti eduwisata, pementasan seni lokal dan lain sebagainya,” imbuh Marpomo.

Terkait adanya warga yang membuka lapak dagangan di Tol Kayangan tersebut, Dia menyebut bahwa hal itu bisa menjadi pemasukan ekonomi tambahan.

”Ini bisa menjadi tambahan ekonomi bagi masyarakat. Kami juga berharap ada bantuan dari pihak-pihak terkait,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: