USAID Rayakan Keberhasilan Dalam Programnya Di Jateng

BNews–MAGELANG–  Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) sudah selama lima tahu bekerja di wilayah Jawa Tengah. Hal itu untuk membantu Pemerintah Indonesia mencapai target pembangunan sektor air minum dan sanitasi.

Melalui program Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUS), USAID bekerja sama dengan pemerintah daerah. Yakni dengan menyedikana layanan air minum dan sanitasi.

Hal itu baik di sektor swasta untuk layanan air minum dan sanitasi aman bagi penduduk yang rentan di daerah perkotaan. Dengan dampingan USAID memperbaiki perilaku higiene dan meningkatkan kebutuhan akan air minum dan sanitasi aman.

Untuk perayaan program tersebut, USAID IUWASH PLUS  menggelar acara di Balkondes Ngadiharjo Borobudur kamarin (23/11/2021). Dengan ,engusung tema “Jateng Gayeng: Lanjutkan Capaian Perubahan Perilaku Higiene, Akses Air Minum, dan Sanitasi Aman!”

Sejak tahun 2016, kemitraan USAID IUWASH PLUS dengan para pemangku kepentingan air minum dan sanitasi di pusat dan daerah telah memperbaiki layanan air minum dan sanitasi di rumah tangga. Lalu memperkuat lembaga penyedia layanan air dan sanitasi, meningkatkan konservasi air tanah; mendorong pendanaan air minum dan sanitasi serta memajukan advokasi, koordinasi dan komunikasi antar lembaga.

USAID IUWASH PLUS telah bekerja sama dengan pemerintah, sektor swasta, kelompok masyarakat, dan mitra lainnya di 35 kota dan kabupaten di delapan provinsi. Yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua; serta dua daerah khusus, yaitu DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang.

Di Jawa Tengah, USAID IUWASH PLUS telah bekerja di Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Magelang; Kabupaten Sragen dan Kabupaten Wonosobo sampai dengan November 2021.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Tri Dewi Virgiyanti, Direktur Perumahan dan Permukiman Bappenas, menyampaikan bahwa komitmen kuat Pemerintah Indonesia dan kemitraan dengan USAID; akan berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) tahun 2030.

“Kami sangat mengapresiasi kemitraan penting USAID dalam mendukung komitmen besar Pemerintah Indonesia untuk mencapai target SDG 2030. Komitmen ini juga sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yang menargetkan pencapaian 100% akses air minum layak, termasuk 15% air minum aman, dan 90% akses sanitasi layak, termasuk 15% sanitasi aman,” katanya.

Sementara itu Brian Chang, Contracting Officer, USAID Indonesia menambahkan bahwa Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID sangat gembira dapat mendukung pemerintah Provinsi Jawa Tengah; yakni mencapai target layanan air dan sanitasi melalui program IUWASH PLUS.

“Bersama-sama kemitraan kita telah memberikan akses air bagi lebih dari 169,375 orang, termasuk 80,310 orang dari masyarakat berpenghasilan rendah, dan akses sanitasi aman untuk lebih dari 181,430 orang di tujuh kota dan kabupaten, yaitu Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Magelang, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Wonosobo. Ada 13 kemitraan dengan sektor swasta dihasilkan untuk mendukung perbaikan sektor ini. Kemitraan telah berhasil mendorong investasi sebesar Rp1.4 trilliun atau 100.55 juta US$ untuk pembangunan sektor air dan sanitasi. USAID gembira menjadi bagian kemitraan untuk meningkatkan kualitas hidup generasi yang akan datang,” tambahnya.

Sedangkan  Yulianto Prabowo, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Provinsi Jawa Tengah yang mewakili Gubernur Jawa Tengah menyamapikan bahwa ,eskipun lima tahun adalah waktu yang singkat; pihaknya melihat eratnya kemitraan dengan USAID telah membawa perubahan besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin perkotaan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kegiatan USAID IUWASH PLUS, lanjutnya telah menghasilkan inovasi yang mendukung keberlanjutan akses air minum dan sanitasi yang aman, terutama bagi penduduk perkotaan yang rentan. Beberapa dukungan yang diberikan USAID adalah penyusunan 31 peraturan baru untuk meningkatkan akses air dan sanitasi, serta penilaian kerentanan dan rencana aksi di tiga wilayah dengan dukungan penuh dari pimpinan daerah.

“USAID juga mendorong investasi untuk mendukung perbaikan air dan sanitasi dari APBD dan swasta sebesar Rp1.4 trilliun. Dua puluh pengusaha sanitasi lokal juga mendapat dukungan USAID untuk meningkatkan operasi bisnis dan memperluas layanan mereka di masyarakat. Perubahan penting semacam ini tidak hanya terjadi di kota-kota yang didukung USAID tetapi juga direplikasi di seluruh Indonesia,” tutupnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: