Usulan Ganjar Potong Gaji PNS Timbulkan Pro Kontra, Anda Setuju ?

BNews—SEMARANG— Gagasan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk memotong gaji PNS golongan III ke atas untuk membantu penanganan Virus corona disambut dengan sikap berbeda. Ada yang mendukung ada juga yang menolak.

Bahkan, tidak sedikit ASN di Pemprov Jawa Tengah yang memberikan dukungan. Mereka mengaku ingin membantu pemerintah dalam penanganan bencana non alam ini.

Beberapa juga mengatakan penolakannya. Dengan memberikan berbagai alasan.

Lalu bagaimana dengan masyarakat kecil atau buruh yang terdampak COVID-19 menanggapi usulan itu? “Saya kira itu langkah yang tepat. Apa yang dilakukan pak Ganjar adalah hal yang sangat manusiawi. Terobosan itu tentu sangat menenangkan kekhawatiran hidup masyarakat yang kesusahan, termasuk di dalamnya kawan-kawan buruh,” kata Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBI), Elly Rosita Silaban saat dikonfirmasi, kemarin.

Elly menerangkan, terobosan Ganjar ini seharusnya diterima dengan baik oleh para ASN. Selain itu, terobosan ini seharusnya tidak hanya diterapkan pada kalangan ASN di daerah, melainkan sejumlah pejabat tinggi, BUMN, DPR, Kementerian dan instansi lembaga lain juga harus mengikuti.

“Sebenarnya pak Ganjar mengajak para ASN untuk berempati. Empati ini penting, mereka yang mampu harus membantu masyarakat, sekecil apapun bentuknya itu sangat bermanfaat,” kata dia.

Disinggung terkait pro kontra para ASN terhadap usulan itu, Elly menilai hal itu seharusnya tidak terjadi. Nasib para ASN menurut Elly jauh lebih beruntung dibanding pihak lain di tengah pandemi ini. Jajaran ASN lanjut dia tidak boleh terlalu ekslusif dan mempertontonkan kemewahan disaat banyak masyarakat kesulitan. Meski selama ini mereka dirumahkan, namun masih tetap menerima bayaran utuh.

Hal senada disampaikan Sekertaris Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jateng, Syariful Imaduddin. Menurutnya, pihaknya sangat setuju dengan usulan Ganjar memotong pendapatan ASN 50 persen.

“Kawan-kawan ASN itu kondisinya yang paling stabil saat pandemi ini. Meskipun ada yang dirumahkan, namun penghasilannya tidak berkurang. Sementara kami, banyak yang di PHK atau dirumahkan tanpa pesangon dan uang bayaran,” kata dia. (lhr/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: