Video Viral Anak Perempuan Jadi Korban Pelecehan Saat Wudhu Oleh Kakek Kakek

BNews-NASIONAL- Seorang anak perempuan berusia 7 tahun di Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung (Babel) menjadi korban pelecehan seksual saat sedang berwudhu di area masjid. Pelakunya adalah seorang kakek berusia 60 tahun yang bernama SN. Kejadian tersebut terekam dalam video yang kemudian menjadi viral di media sosial.

Video pelecehan terhadap anak perempuan tersebut viral setelah diunggah oleh akun X (Twitter) @udaytokay. Video yang berdurasi 11 detik itu telah ditonton lebih dari 2,5 juta kali dan dibagikan sebanyak 1.930 kali.

Dalam video yang menjadi viral itu, terlihat pelaku mengenakan baju kuning dan peci, sedangkan korban mengenakan baju berwarna pink dan sedang melakukan wudhu di area masjid. Pelaku terlihat mencoba memeluk anak perempuan tersebut dari belakang sambil memegang bagian dadanya. Meskipun masih menggunakan sarung, pelaku mencoba menempelkan kemaluannya pada korban yang sedang berwudhu.

Sayangnya, bukannya mencegah atau menolong, saksi mata yang ada di lokasi malah merekam kejadian tersebut dengan ponselnya. Video tersebut kemudian diunggah dan menjadi viral di media sosial.

Polisi segera melakukan penyelidikan terhadap video pelecehan yang menjadi viral tersebut. Setelah kedua belah pihak, yaitu keluarga korban dan pelaku, ditemukan, mereka sepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai.

“Kedua belah pihak, baik keluarga korban maupun yang ada dalam video, yakni pelaku dugaan pelecehan seksual bernama ST yang berusia 60 tahun di Kecamatan Muntok ini, telah mencapai kesepakatan damai,” ujar Kapolsek Muntok, AKP Baskara Githea Erlangga, kepada wartawan pada Senin (5/2/2024).

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (24/1/2024) lalu, di tempat berwudhu di sebuah masjid di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat (Babar).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kesepakatan damai ini dilakukan pada Kamis (25/2/2024). Selain keluarga korban dan pelaku, perangkat desa dan kelurahan serta pemerintah daerah juga menjadi saksi atas kesepakatan tersebut.

“Keluarga korban tidak mengajukan tuntutan hukum karena kondisi pelaku yang memiliki gangguan kejiwaan (ODGJ),” ungkap Baskara.

Dalam kasus ini, keluarga korban meminta kepada masyarakat agar tidak membagikan video tersebut. Selain itu, keluarga korban juga meminta kepada keluarga pelaku agar membawa pelaku tersebut untuk berobat ke rumah sakit.

“Petugas Bhabinkamtibmas sudah melakukan problem solving sebelum melibatkan Restorative Justice. Kedua belah pihak sudah mencapai kesepakatan, dan solusinya adalah permintaan dari pihak keluarga korban agar video tersebut tidak diunggah kembali,” jelas Baskara.

Baskara meminta kerjasama masyarakat dan pengguna media sosial untuk tidak menyebarkan video tersebut. Jika video tersebut masih ditemukan beredar, maka pengunggahnya akan dijerat sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Pasal-pasal dalam undang-undang tersebut sudah jelas, dan pelanggaran dapat dikenai hukuman. Saya harap sebelum membagikan, dipertimbangkan dahulu. Jika nanti kami menemukan video tersebut masih tersebar, siapapun yang terlibat akan kami proses hukum,” tegas Baskara.

Saat ini, pelaku masih ditahan di rumahnya agar kejadian serupa tidak terulang. Sementara itu, korban sedang mendapatkan pendampingan dari instansi terkait. (*/detik)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: