HUT KOTA MUNGKID 36 PDAM

VIRAL, Ikan Koi Seharga Rp 174 Juta Asal Jogja

BNews—BANTUL— Berawal dari hobi memelihara ikan Koi, Purwanto, warga Padukuhan Ketonggo, Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, DI Jogjakarta sukses menjadi jutawan. Ia berhasil membudidayakan ikan yang diyakini membawa hoki hingga pernah menjual Koi seharga Rp 174 juta.

Di kediaman Purwanto, nampak ratusan atau bisa jadi ribuan Koi berbagai jenis yang ia ternak. Ikan bernama latin Cyprinus Carpio itu terlihat tumbuh dengan baik dan sehat. Ikan cantik itu dikelompokkan berdasarkan rentang usia yang ditangkar di 30 buah kolam.

Iklan PT Segara Rizky HUT Kota Mungkid
IKLAN  KOLEKTIF 1 HUT KOTA MUNGKID 36
BAPAS HUT KOKID 36

Kolam tersebut diklasifikasi. Ada yang untuk ikan yang masih kecil berumur sekitar empat bulan, berumur dua hingga empat tahun dan kolam yang dihuni oleh ikan ikan Koi besar. Mulai dari Sanke, Sowa, Koaku, Boromu, Siro, Kinmasuba, Susui, Asagi, Chagoi hingga Platinum.

”Ikan koi besar ini indukan. Usianya rata-rata sudah sembilan tahun,” terang Purwanto.

Koi yang didudidayakan Purwanto sudah menembus pasar nusantara, hingga pelosok negeri. Mulai dari Jogjakarta, Jakarta, Surabaya, Kalimantan hingga Makassar.

Harga perekor bervariatif. Mulai dari Rp25 ribu, ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah. Bahkan, Purwanto mengaku pernah menjual Koi miliknya dengan harga Rp174 juta rupiah.

”Harga Rp174 juta itu untuk sembilan ekor. Itu yang paling mahal,” tuturnya.

Loading...

Bagi dia, budidaya Koi saat ini masih sangat menjanjikan. Disamping memiliki bentuk tubuh dan warnanya yang menawan, harga Koi di pasaran menurutnya cenderung stabil.

Meski demikian, menggemari budidaya Koi bukan berarti tanpa risiko. Terdapat sejumlah kendala yang kerap dihadapi. Antara lain, telur ikan tidak menetas hingga penyakit busung insang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Penyakit tersebut biasanya muncul saat musim peralihan antara kemarau dengan penghujan. Ikan awalnya terlihat sehat tapi tiba-tiba mati. Tanda-tanda penyakit ini biasanya bisa dilihat dari belakang insang. Terdapat bintik-bintik seperti jamur.

”Untuk mencegah penularan, ikan yang terkena penyakit sebaiknya harus segera dikarantina,” ungkap Purwanto.

Ia kemudian bercerita, bisnis budidaya Koi berangkat dari hobi. Awalnya, pada tahun 2005 dirinya membeli sembilan ekor Koi. Ikan tersebut kemudian dipelihara hingga tumbuh besar. Warna dan bentuk tubuhnya yang bagus membuat ikan tersebut jadi lirikan banyak orang.

“Banyak yang tanya. Ini ikannya mau dijual nggak,” kenang dia.

Dari sana, ternyata banyak orang yang kemudian menyukai ikan koi. Di samping warna dan tubuhnya yang bagus, ikan tersebut juga dipercaya sebagai pembawa keberuntungan dan tidak membosankan.

Pada tahun 2010, Purwanto akhirnya memutuskan untuk mencoba keberuntungan itu dengan memulai usaha budidaya Koi. Hasilnya ternyata memuaskan, semakin tahun kian berkembang.

Para pecinta Koi, kata dia, biasanya cenderung akan melihat dari pola warna, tingkat kecerahan dan bentuk tubuh.

”Paling disukai bentuk tubuhnya ideal, tidak terlalu bulat dan tidak terlalu kurus,” pungkas dia. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: