Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Wabup Sahid: Desa Tetangga Bukan Pesaing! Ini Strategi Baru Pemkab Magelang Bangun Perdesaan

Wabup Sahid: Desa Tetangga Bukan Pesaing! Ini Strategi Baru Pemkab Magelang Bangun Perdesaan

  • calendar_month Sel, 4 Agu 2026

BNews—MAGELANG — Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong percepatan pembangunan kawasan perdesaan sebagai strategi pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat perekonomian berbasis potensi lokal. Melalui pendekatan kawasan, desa-desa didorong untuk membangun sinergi agar potensi yang dimiliki saling melengkapi, menciptakan nilai tambah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Magelang, Sahid, saat memberikan pengarahan pada kegiatan sosialisasi pembangunan kawasan perdesaan secara virtual di Ruang Command Center Pusaka Gemilang, Selasa (4/8/2026).

Menurut Sahid, pembangunan desa tidak lagi dapat dilakukan secara parsial karena tantangan pembangunan semakin kompleks, sementara setiap desa memiliki karakteristik, potensi, dan keterbatasan yang berbeda.

“Pembangunan desa ke depan tidak dapat lagi kita lakukan dengan cara berjalan sendiri-sendiri. Tantangan pembangunan semakin kompleks, sementara setiap desa memiliki potensi dan keterbatasan yang berbeda. Karena itu, kita perlu membangun pola kerja sama antardesa melalui pendekatan kawasan sehingga potensi yang dimiliki masing-masing desa dapat saling melengkapi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Magelang memiliki 367 desa dengan beragam potensi di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, hingga kekayaan budaya dan lingkungan. Menurutnya, seluruh potensi tersebut akan memberikan dampak lebih besar apabila dikembangkan melalui kolaborasi antardesa.

“Desa yang memiliki produksi dapat bekerja sama dengan desa yang memiliki pengolahan, pemasaran, maupun akses logistik. Pembangunan kawasan perdesaan pada akhirnya harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan, pemberdayaan masyarakat, daya saing kawasan, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Sahid.

Ia menambahkan, pembangunan kawasan perdesaan sejalan dengan visi Magelang Anyar Gress “Magelang Aman, Nyaman, Religius, Unggul dan Sejahtera”, khususnya dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal dan mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan. Program tersebut juga mendukung implementasi Sapta Cipta “Gemilang Potensine” yang berfokus pada pengembangan ekonomi desa.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Sahid menjelaskan, pembangunan kawasan perdesaan memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa, Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2026, serta Peraturan Menteri Desa Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembangunan Kawasan Perdesaan. Ia meminta seluruh pemerintah desa, kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), dan para pemangku kepentingan menjadikan regulasi tersebut sebagai pedoman dalam menyusun pembangunan kawasan.

Ia juga mengajak para kepala desa mengubah cara pandang terhadap desa lain dengan membangun semangat kolaborasi.

“Saya meminta kepada para kepala desa untuk mulai membangun paradigma bahwa desa tetangga bukanlah pesaing, melainkan mitra. Kerja sama antardesa harus diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata, baik dalam pengembangan ekonomi, pelayanan masyarakat, pengelolaan potensi lokal, maupun penguatan kelembagaan ekonomi desa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sahid menilai BUMDes Bersama (BUMDesma) perlu diperkuat agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi kawasan. Sementara itu, para camat diharapkan berperan sebagai fasilitator kerja sama antardesa, sedangkan OPD diminta menjadikan pembangunan kawasan sebagai agenda lintas sektor yang melibatkan pertanian, pariwisata, perdagangan, UMKM, infrastruktur, lingkungan, hingga digitalisasi.

Selain kolaborasi, pembangunan kawasan juga harus didukung data yang akurat. Menurut Sahid, pemetaan potensi seluruh desa menjadi dasar dalam menentukan kawasan, program, dan prioritas pembangunan; sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Jangan sampai kita membangun berdasarkan asumsi, tetapi harus berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat yang terukur. Pendataan potensi desa di seluruh 367 desa juga telah menjadi bagian dari agenda Pemerintah Kabupaten Magelang; dalam pengembangan kawasan perdesaan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Magelang, lanjut Sahid, berkomitmen memberikan dukungan melalui penyusunan regulasi, pendampingan teknis; penguatan kelembagaan, koordinasi lintas sektor, hingga dukungan pembiayaan sesuai kemampuan daerah namun demikian, keberhasilan pembangunan kawasan tetap membutuhkan komitmen dan sinergi seluruh pihak.

“Saya berharap sosialisasi ini tidak berhenti pada pemahaman konsep dan regulasi, tetapi dilanjutkan dengan langkah nyata. Mari kita petakan potensi desa, bangun kerja sama antardesa, kuatkan kelembagaan ekonomi, dan integrasikan dukungan seluruh perangkat daerah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Magelang, Margono, mengatakan pembangunan kawasan perdesaan merupakan implementasi pembangunan desa; yang menitikberatkan pada sinergi antardesa guna menciptakan nilai tambah ekonomi.

“Pembangunan kawasan perdesaan tidak lagi melihat desa berjalan sendiri-sendiri. Yang dibangun adalah sinergi antardesa agar potensi yang dimiliki dapat saling menguatkan, menciptakan nilai tambah; serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bersama,” kata Margono.

Menurutnya, pembangunan kawasan perdesaan meliputi penyusunan tata ruang kawasan; secara partisipatif, pengembangan pusat pertumbuhan antardesa, penguatan kapasitas masyarakat, kelembagaan dan kemitraan ekonomi, hingga pembangunan infrastruktur antardesa. Dengan pendekatan tersebut, desa diharapkan mampu meningkatkan skala ekonomi; memperkuat daya saing, serta memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam mengembangkan komoditas unggulan kawasan. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less