Warganet Magelang Tolak Tampung Ibu Wati Si Tetangga Julid ’Babi Ngepet’

BNews—NASIONAL— Ibu Wati menjadi topik panas di media sosial usai video tuduhan tetangganya soal babi ngepet viral. Meski sudah minta maaf, ia tetap mendapat sentimen buruk dari masyarakat luas.

Terakhir, Wati diminta tetangganya untuk pindah dari lingkungannya itu. Ia diusir dari Kampung Baru, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Beragam komentar kocak warganet soal Wati masih terus bermunculan. Misalnya, warganet saling melempar tak mau menampung tetanggal julid ini di daerahnya.

”Depok arc babak dua,” unggah Dante lewat akun @skipberat dikutip Borobudur News, Minggu (2/5).

Dante menyertakan empat buah gambar pada unggahannya. Gambar pertama berisikan potongan berita Wati dari sebuah media. Kemudian disusul oleh tiga gambar yang berisikan komentar warganet, menolak kehadiran Wati di daerah mereka masing-masing.

Pada gambar lainnya, terlihat sebuah akun dengan nama @vivitts mengawali perang debat oper-mengoper kepindahan Wati. Ia menanyakan kepada warga Bekasi, mengenai kemungkinan pindahnya Wati ke daerah mereka.

”Barangkali warga Bekasi ada yang mau menerima si Ibu,” ujar @Vivitts mengawali.

”Hadaaaah Bekasi nolak emak-emak kagak danta begini, Tangerang lebih cocok buat si Ibu,” balas @boonaku.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Lebih lanjut, nampak warga Tangerang dan Bandung turut ditawari untuk menampung Wati. Dua orang warganet mewakilki warga kedua daerah itu, menolak secara halus dan menawarkannya lagi ke daerah lain.

Ketika sampai di Semarang, pemilik akun @azzjasmine hanya melakukan penolakan terhadap kepindahan Wati. Ia tidak melanjutnya dengan menawarkan Wati ke daerah lainnya.

”Maaf warga Semarang menutup diri dari emak-emak minim literasi tapi banyak dengki begini,” balas akun @Azzjasmine.

Hampir berhenti di Semarang, tiba-tiba muncul akun @adesupriada3393 yang menimpali tweet itu. Ia dengan semangat, kembali menawarkan Wati ke daerah lainnya.

”Gak di lempar lagi nih… Coba mungkin Surabaya bisa menampung?,” timpal akun @adesupriadi3393.

Gelombang penolakan warganet terhadap kepindahan Wati terus berlanjut. Mulai dari Surabaya, Jogjakarta hingga Solo, dengan tegas menolak kepindahan Wati ke daerah mereka.

Setelah sampai ke Magelang, Pemilik akun @fachrie_prsj coba menawarkan Wati ke luar pulau Jawa. Ia memulainya, dengan menawarkan Wati untuk diterima oleh masyarakat Bali.

’Maaf Magelang tidak berniat menambah penduduk, lebih baik kasih saja keluar pulau Jawa. Bali silakan ambil,” ujar akun @fachrie_prsj.

Bali yang ditawari untuk menampung Wati menunjukan respons yang sama dengan daerah lainnya. Salah seorang warganet asal Bali menolak ide itu dan kembali menawarkannya kepada daerah lain.

”Maaf Bali menolak, merusak kerukunan di sini. Pulau Madura mungkin bersedia, silahkan ditampung,” balas akun @bumbuibun.

”Maaf pulau Madura menolak Ibu ini. Kirim neraka aja, mereka terima penghuni baru setiap harinya,” tulis akn @alpokatmentega.

Perdebatan dan aksi oper-mengoper kepindahan Wati tak usai. Beragam daerah telah ditawari, namun menunjukan respon yang tergolong sama. Mereka menolak Wati setelah ucapan jahat yang ia berikan kepada tetangganya.

Tweet Dante ini menjadi viral dan telah disukai sebanyak delapan ribu-an kali di kanal Twitter. Telah diretweet sekitar dua ribu-an kali dan mendapat sebanyak 166 komentar dari warganet. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: