WASPADA !! Sejumlah Kebiasaan Seseorang Jadi Pemicu Saraf Kejepit

BNews-KESEHATAN- Saraf kejepit terjadi ketika tekanan dari jaringan sekitar mendorong area saraf yang terkena. Umumnya, kasus saraf kejepit berasal dari leher (radikulopati serviks), punggung tengah atas (radikulopati toraks), atau punggung bawah (radikulopati lumbal).

Saraf yang terjepit biasanya menyebabkan nyeri, sensasi rasa sakit tajam, atau terbakar pada area yang terkena. Ada beberapa kebiasaan yang perlu diwaspadai karena dapat memicu terjadinya saraf kejepit.

Kebiasaan yang Memicu Saraf Kejepit

Saraf kejepit dapat menyebabkan mati rasa, kesemutan, dan kelemahan otot pada area yang terkena. Gejala yang terkait dengan saraf terjepit dapat menjadi lebih parah saat seseorang sedang tidur. Beberapa kebiasaan yang dapat memicu terjadinya saraf kejepit antara lain:

  1. Mengangkat beban berat

Mengangkat beban berat memberikan tekanan yang berlebihan pada otot dan sendi di seluruh tubuh. Risiko untuk terjadinya saraf kejepit semakin tinggi, terutama jika dilakukan tanpa menggunakan posisi yang tepat.

Keluhan ini juga dapat terjadi dengan melakukan gerakan mendadak yang menyebabkan stres dan ketegangan pada otot dan sendi. Masalah ini dapat menyebabkan nyeri yang intens dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
  1. Gaya hidup yang kurang aktif

Gaya hidup yang kurang aktif dapat menjadi pemicu terjadinya saraf kejepit karena kurangnya aktivitas fisik. Hal ini menyebabkan otot menjadi kaku dan kehilangan fleksibilitas, sehingga meningkatkan risiko terjadinya tekanan pada saraf.

Gaya hidup yang kurang aktif juga berhubungan dengan peningkatan berat badan, yang dapat memberikan tekanan tambahan pada struktur tubuh, termasuk saraf, yang pada akhirnya meningkatkan kemungkinan terjadinya saraf kejepit.

  1. Latihan dengan intensitas tinggi

Latihan dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan kontraksi berulang pada otot yang kuat. Aktivitas ini dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah, tendon, dan saraf di sekitar area yang terlibat dalam gerakan.

Latihan dengan intensitas tinggi juga dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada jaringan di sekitarnya, yang berpotensi menekan saraf. Kondisi ini dapat menjadi lebih parah jika tidak melakukan pemanasan atau teknik yang benar.

  1. Olahraga dengan kecepatan tinggi

Olahraga dengan kecepatan tinggi, seperti lari, bersepeda, sprint, tenis, dan bulu tangkis, memperbesar risiko cedera pada saraf, terutama jika posisi tubuh tidak seimbang.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga teknik yang benar, melakukan pemanasan sebelum beraktivitas, dan memperhatikan postur tubuh agar dapat mengurangi risiko cedera pada saraf.

  1. Gerakan yang berulang

Gerakan yang dilakukan secara berulang tanpa istirahat yang cukup dapat menyebabkan iritasi, peradangan, atau kompresi pada saraf tubuh. Inilah yang pada akhirnya dapat menyebabkan saraf kejepit.

Saraf kejepit akibat gerakan yang berulang juga dapat terjadi akibat postur tubuh yang buruk atau penggunaan alat yang tidak sesuai, yang meningkatkan risiko penekanan pada saraf.

Jika Anda ingin berolahraga atau melakukan aktivitas dengan menggunakan alat tertentu, pastikan untuk memahami prinsip-prinsip ergonomi. Jangan lupa untuk beristirahat secara teratur dan melakukan peregangan secara berkala.

Itulah beberapa kebiasaan yang dapat memicu terjadinya saraf kejepit. Jika Anda mengalami saraf kejepit atau keluhan kesehatan lainnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: