WASPADA…Begini Cara Para Botoh Bermain di Pilkades

BNews—MUNGKID— 294 Desa di Kabupaten Magelang akan menggelar Pilkades secara serentak. Pilkades tersebut dijadwalkan dilaksanakan pada tanggal 24 November 2019 mendatang.

Banyak desa yang memiliki calon lebih dari dua orang. Ada tiga bahkan empat yang bertarung dalam Pilkades. Mereka berebut suara warganya.

Advertisements


Di balik upaya para calon kepala desa (cakades) meraup suara di pemilihan kepala desa (pilkades), ada peran para botoh di sana. Selain memodali kandidat yang jadi jagoan, botoh menjadikan hasil pilkades sebagai taruhan. Keuntungan yang didapat pun bisa jutaan bahkan ratusan.


Pilkades serentak yang diikuti 294 desa di Magelang pun diprediksi akan tak luput dari permainan para botoh. Pantuan borobudurnews, banyak yang melaporkan sudah ada beberapa botoh yang mulai melakukan survey di lapangan.

Di masing-masing desa yang dibidik, botoh mengikuti tahapan pilkades seperti halnya para cakades. “Saya juga survei ke desa. Tidak seperti lembaga survei, tetapi survei riil. Door to door untuk mengetahui elektabilitas kandidat,” ujar Koko (bukan nama sebenarnya).

Koko menerjunkan tim khusus ke tiap desa. Minimal empat hingga enam orang kepercayaannya. Mereka lantas membuat jaringan yang lebih luas di tiap desa untuk memetakan kekuatan kandidat.

Setelah peta dukungan masyarakat diketahui, pria yang berprofesi sebagai petani tembakau ini mendekati kandidat yang elektabilitasnya tinggi. “Saya kasih modal. Sesuai kebutuhan,” lanjutnya tersenyum.

Bagaimana dia bisa mendapat untung? Rupanya dia membuat kesepakatan khusus dengan para cakades yang didukung. Setelah mereka terpilih, harus mengembalikan modal ditambah persentase keuntungan.

Besarannya bervariasi. Ada yang 20 persen dari modal yang dipinjamkan. Ada pula yang menambah 50 persen dari modal. “Bahkan ada yang mengembalikan dua kali lipat. Tergantung kesepakatan,” tutur dia.

Tidak hanya memodali para kandidat cakades, keuntungan yang lebih besar didapat Koko dari bursa taruhan hasil pilkades yang dimainkannya. Hasil survei riil yang dilakukan, jadi patokan untuk membuka bursa taruhan.

Agar meraih untung yang maksimal, dia dan timnya pun melakukan berbagai cara agar kandidat yang dipegang bisa menang. Dalam pilkades, tidak hanya menjadikan kandidat yang menang sebagai bahan taruhan. Tetapi, selisih perolehan suara tiap kandidat juga bisa jadi bahan. “Bisa macam-macam,” imbuhnya. (tim)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: