Wisata Jurang Jero Magelang Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

BNews—WISATA— Objek Wisata Alam (OWA) lereng gunung Merapi, Jurang Jero di Desa Ngargosoko Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, dibuka kembali mulai Rabu (10/11) kemarin.

Jurang Jero ini menjadi salah satu dari empat objek wisata di Kabupaten Magelang yang mendapat izin dari Kemenparekraf. Untuk dibuka lagi karena telah mendapatkan sertifikat CHSE dan mendapat QR Code PeduliLindungi.

“Mulai Rabu (10/11) objek wisata Jurang Jero dibuka kembali setelah tutup sejak diberlakukan PPKM,” kata Rofingi, salah satu pengelola Jurang Jero saat dihubungi, Rabu (10/11).

Ia mengatakan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh wisatawan agar bisa masuk ke Jurang Jero. Diantaranya, memiliki aplikasi PedulilLindungi, sudah mendapatkan vaksin minimal dosis pertama, mematuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, anak di bawah usia 12 tahun masih belum diperbolehkan masuk. ”Karena Kabupaten Magelang masih berada di level 3, maka protokol kesehatan harus benar-benar ditaati,” ujarnya.

Rofingi menjelaskan, Jurang Jero merupakan objek wisata yang dikelola Taman Nasional Gunung Merapi. Berbagai fasilitas bisa dinikmati di objek wisata ini, seperti ATV, Jeep adventure, mini trail dan camping.

”Dalam waktu dekat sudah ada glamcamp. Kami sudah mulai membangun,” imbuh Rofingi.

Tiket tanda masuk ke Jurang Jero sebesar Rp10 ribu. Sedangkan sewa jeep adventure Rp500 ribu. Untuk perorangan bisa langsung sewa di lokasi, sedangkan untuk rombongan dalam jumlah besar bisa reservasi terlebih dahulu.

Download Aplikai BorobudurNews (Klik Disini)

Ketua Forum Daya Tarik Wisata (DTW) Kabupaten Magelang, Edward Alfian mengapresiasi dibukanya kembali objek wisata Jurang Jero. Karena semakin banyak objek wisata yang bertambah, maka semakin banyak pilihan masyarakat untuk berwisata.

”Hal demikian akan mampu untuk menghindari kerumunan karena wisatawan akan tersebar,” ujarnya.

Jurang Jero, menurut Ian, panggilan akrabnya, menjadi salah satu dari 40 objek wisata di Indonesia, yang direkomendasi oleh Kemenparekraf untuk dibuka lagi. Di Kabupaten Magelang ada empat objek wisata yang mendapat rekomendasi untuk dibuka di level III PPKM ini.

”Antara lain Candi Borobudur, Ketep Pass, SvargaBumi dan Jurang Jero,” imbuh dia.

Namun Jurang Jero baru bisa dibuka saat ini, karena sebelumnya terkendala masalah sinyal. Padahal, untuk masuk ke obyek wisata ini, pengunjung harus scan QR barcode PeduliLindungi.

”Namun pengelola sudah mengatasi masalah sinyal, sehingga sudah berani untuk buka kembali,” imbuhnya.

Ian sendiri berharap, Kabupaten Magelang akan turun level dari 3 menjadi level 2 PPKM. Bila sudah berada di level 2, maka objek wisata bisa mulai dibuka kembali secara berangsur-angsur dan bertahap.

”Dengan demikian, maka pengunjung tidak akan berada di satu titik yang menimbulkan kerumunan, namun akan lebih tersebar,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: