Yuk…Intip Keseruan Media Gatering Artos Grup di Lereng Menoreh

BNews—SALAMAN—Armada Town Square (Artos) Group kembali menggelar Media Gathering bersama puluhan jurnalis yang bertugas di Magelang, kemarin (21/9). Selama satu hari penuh, seluruh peserta diajak mengeksplorasi keindahan dan potensi pariwisata tersembunyi di perbukitan Menoreh.

Dikemas dengan konsep petualangan ekoturisme, para peserta diajak berpetualang mengendarai mobil jeep. Kemudian mengunjungi keindahan kebun teh, belajar membatik, cara beternak lebah madu dan memerah susu kambing etawa. Selain itu mereka diajak menyusuri bukit marmer merah di Salaman yang dikenal langka di dunia.

Public Relation Grand Artos Hotel Amalia Mahdhiani mengatakan, kegiatan tersebut rutin digelar tahunan. Selain mempererat keakraban antar keduanya, media gathering kali ini tetap memberikan pesan edukasi namun tetap have fun.

”Kenapa kita pilih lereng hingga perbukitan menoreh, karena kita ingin mengangkat potensi pariwisata di sini (Salaman),” kata Amalia ditengah kegiatan berlangsung.

Dari lereng Menoreh, para peserta diajak mengeksplorasi berbagai destinasi wisata dengan mengendarai jeep. Mereka diajak offroad yang memompa adrenalin, mengunjungi Borobudur Highland sebagai camping ground termewah di pedalaman hutan pinus Menoreh hingga menikmati sejuknya kebun teh Dlinggo.

SPOT BARU : Borobudur highland salah satu spot foto terbaru di Lereng Menoreh. (foto : borobudurnews)

”Dan ternyata baru sadar, dalam satu waktu kita menyusuri tiga kabupaten. Magelang, Purworejo dan Kulon Progo Jogjakarta,” kekeh Amalia.

Sekembali dari Perbukitan menoreh, peserta disambut pelaku usaha sekaligus pariwisata, Shoim, di rumahnya. Mereka diajak mengenal potensi khas Desa Ngargoretno, Salaman.

Seperti mengenal Batik Tulis Kere yang unik lantaran motifnya tidak lepas dari batu marmer. Belajar memerah susu kambing hingga memanen lebah madu.

Sebagai penutup, mereka diajak mendaki bukit marmer sejauh 300 meter sebelum disambut es degan untuk melepas dahaga. Shoim mengatakan, bukit marmer merah tersebut hanya ada dua di dunia yakni di Salaman dan Italia. Bukit tersebut nantinya akan disempurnakan menjadi museum alam ketimbang dieksplorasi karena berpotensi merusak lingkungan.

”Setiap dusun di Ngargoretno sebenarnya memiliki potensi pariwisata yang luar biasa,” terangnya.

Dia menambahkan, Borobudur Highland di Kabupaten Purworejo yang sempat dikunjungi masuk dalam zona otorita Badan Otorita Borobudur (BOB). Rencananya, pemerintah akan membangun 1.500 rumah pohon yang juga berbatasan dengan Kabupaten Magelang dan Kulon Progo Jogjakarta.

”Warga masyarakat Ngargoretno berupaya memanfaatkan kesempatan itu. Dan ternyata saat kita coba, ini adalah kunjungan kedua dari Artos Group setelah tamu dari Jepang. Terima kasih,”bangga Shoim. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: