Korban Celeng “Ngamuk” di Salaman Terus Bertambah, Jadi Lima Orang

BNews—SALAMAN— Babi hutan atau celeng yang mengamuk di Kawasan Perbukitan Menoreh Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang telah melukai banyak orang. Polisi menyebut korban sudah mencapai lima orang dengan korban meninggal satu orang.

Kapolsek Salaman Iptu Marsodik mengatakan dari data yang dihimpun kepolisian ada lima korban dari dua desa akibat penyerangan babi hutan itu pada Senin (13/8) lalu.

“Terdapat lima korban luka-luka dan meninggal dunia akibat penyerangan babi hutan. Yakni dari warga Desa Ngargoretno dan Desa Paripurno Kecamatan Salaman,” katanya kepada borobudurnews, hari ini. (14/8).

Korban pertama adalah warga Dusun Sabrang Desa Paripurno Salaman yakni Ahmad Yani, 47. Dia orang yang berduel dan melumpuhkan babi hutan itu. “Ternyata sebelum sampai di Desa Paripurno, Babi hutan tersebut sudah menyerang beberapa warga di daerah Desa Ngargoretno Salaman,” imbuhnya.

Saat mengamuk di Desa Ngargoretno, Babi Hutan tersebut melukai empat orang dan salah satunya harus opname dilarikan ke RS TIdar Kota Magelang. Suwardi, 47 warga Dusun Wonosoko Desa Ngargoretno ini mengalami luka lengan kanan dan mendapat 30 jahitan sehingga harus di rujuk di RSU Tidar dari Puskesmas Salaman.

“Untuk korban Suwardi ini kronologinya dirinya sedang di kebun untuk menanam durian, dan tiba-tiba mendengar suara krosak krosak dan beberapa menit kemudian  di sruduk babi hutan dari belakang. Korban ini sempat lari memanjat pohon albasiah namun tangannya sudah luka serta lengan tangan sobek,” papar Iptu Marsodik.

Korban kedua di Ngargoretno yakni Karsiti, 50 warga Dusun Tegal ombo 1  yang mengalami luka memar di sruduk Babi Hutan dan terperosok. Berikutnya Mbah Atim, 65 seorang petani cengkeh  Dusun wonosoko 1 yang menderita memar disruduk Babi Hutan saat menjemur cengkeh.

Dan terakhir Sudir, 47 Warga Dusun tegal ombo 2 Ngargoretno yang mengalami luka Memar karena diseruduk Babi Hutan tersebut. Dan ada satu nenek meninggal dunia ditemukan di pematang sawah penuh luka atas nama Siti Maemunah, 62 warga Kalisat Desa Parepurno Salaman.

“Meskipun tidak ada saksi mata, namun melihat luka-luka dan kondisi pakaian diduga nenek tersebut juga menjadi korban srudukan babi hutan yang lari dari arah Ngargoretno ke Paripurno,” tandasnya. (bsn/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: