25 Biksu Ikuti Ritual Budhis Di Candi Borobudur, Ini Tujuannya

BNews–MAGELANG– Sebanyak 25 biksu perwakilan dari berbagai Shanga Budha mengikuti ritual Budhis di area utama Candi Borobudur Kabupaten Magelang (13/3/2021). Hal tersebut sebagai bentuk dukungan menjadikan Borobudur sebagai situs ziarah umat Budha sedunia.

Dilansir dari laman beritamagelang.id, prosesi ritual Budhis diawali dengan menyalakan lilin aneka warna oleh perwakilan tokoh agama serta perwakilan Bikhu Sangha umat Budha berbagai daerah. Kemudian dilanjutkan ritual pradagsina atau berjalan kaki mengelilingi Candi Borobudur. Lilin aneka warna tersebut sebagai simbol semangat menjaga Bhineka Tunggal Ika di negeri Indonesia.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Budha Kementerian Agama, Chaliadi mengatakan, pemerintah sangat mendukung kegiatan ini. Hal ini karena menjadi bagian dari aspek pelestarian, yakni bahwa Borobudur merupakan sebuah situs sejarah yang ditetapkan UNESCO menjadi warisan dunia.

“Borobudur dan ritualnya itu yang menjadi bagian atau ikon daya tarik wisata di Indonesia,” ungkap Chaliadi.

Saat ini, lanjut Chaliadi, pemerintah sedang giat mencanangkan tiga aspek untuk pengembangan Candi Borobudur, yakni pemasangan Catra yang menjadi salah satu pamor atau aura daya tarik dunia.

Catra adalah bagian atas dari stupa Candi Borobudur yang berada pada lantai paling tinggi. Catra berbentuk seperti payung itu masih disimpan di Museum Karmawibhangga Taman Wisata Candi Borobudur.

Kemudian yang kedua, kawasan Candi Borobudur sedang ditata karena menjadi salah satu super prioritas nasional. Sehingga semua komponen pengelola harus bisa betul betul mem-follow up semua ini. Sedangkan aspek ketiga adalah Borobudur akan dijadikan sebagai destinasi spiritual umat Budha dunia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dengan digalakkan pariwisata ini diharapkan menjadi salah satu bagian dalam meningkatkan ekonomi dan kemakmuran masyarakat.

“Maka secara spesifik umat Budha tentunya, saya berharap dapat mendukung penuh apa yang menjadi program ini dapat terwujud demi kesejahteraan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Wakil Presiden Asosiation Budhis Tour Operators (ABTO) Efendi Hansen menambahkan, ritual yang digelar tahun ketiga ini dihadiri perwakilan Sangha Mahayana, Theravada, Budhayana dan lainnya. Tujuan dari ritual Budhis ini adalah  untuk memohon agar pandemi cepat berlalu.

Candi Borobudur, menurut Hansen, merupakan ikon wisata religi Indonesia yang akan kembali ramai dikunjungi wisatawan setelah pandemi berahir. Bahkan menurutnya banyak umat Budha di luar negeri yang mengharapkan dapat digelar ritual di Candi Borobudur. Oleh sebab itu apa yang kita adakan kali ini adalah meningkatkan potensi wisata religi di Borobudur.

“Kami melihat suatu peluang saat pandemi Covid berahir nantinya, masyarakat akan beramai ramai mengunjungi objek wisata religi untuk mengucap syukur dan berdoa kepada Tuhan,” jelas Hansen di sela kegiatan tersebut.

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Madya Balai Konservasi Borobudur (BKB) Yudi Harsono menjelaskan kegiatan ritual umat Budha ini sesuai amanat UU No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dalam UU itu disebutkan pemanfaatan cagar budaya dapat digunakan untuk kepentingan pendidikan kebudayaan pariwisata agama dan sosial.

“Maka kita fasilitasi kegiatan sembahyangan ini dan kita dampingi dengan protokol kesehatan,” tutur Yudi. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: