Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Dirut Agrinas Siap Batalkan Impor 105 Ribu Mobil India Meski DP Rp7,39 Triliun Sudah Dibayar

Dirut Agrinas Siap Batalkan Impor 105 Ribu Mobil India Meski DP Rp7,39 Triliun Sudah Dibayar

  • calendar_month Rab, 25 Feb 2026

BNews-NASIONAL– Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan kesiapannya membatalkan impor mobil dari India apabila diminta pemerintah, meskipun harus menghadapi konsekuensi bisnis berupa denda.

Sebagaimana diketahui, Agrinas tengah mengimpor 105.000 unit kendaraan dari India untuk kebutuhan operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Rinciannya terdiri dari 35.000 unit mobil pikap 4×4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd., kemudian 35.000 unit pikap 4×4 serta 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors. Nilai kontrak pengadaan tersebut mencapai Rp 24,66 triliun.

Joao mengungkapkan, pihaknya telah menandatangani kontrak pembelian dengan produsen asal India dan melakukan pembayaran awal atau down payment (DP) sebesar 30 persen. Dengan demikian, nilai pembayaran yang telah direalisasikan mencapai sekitar Rp 7,39 triliun.

“Kami harus memberikan down payment 30 persen dan itu sudah kami lakukan untuk semua produk yang kami beli,” ujarnya dalam konferensi pers di Menara Yodya, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Ia mengaku optimistis transaksi impor tersebut tidak akan dibatalkan, sehingga pihaknya tidak mempertimbangkan potensi penalti dalam proses pengadaan.

“Kami dalam melakukan pengadaan tersebut karena kami dengan iktikad baik kami tidak pernah memikirkan penalti pembatalan tersebut,” ucap dia.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Menurut Joao, harga yang diperoleh dalam kontrak impor tersebut dinilai jauh lebih rendah dibandingkan harga rata-rata kendaraan sejenis di dalam negeri.

“Kalau ada masalah ada pemahaman yang kurang tepat atau tidak sama, itu mungkin hanya perlu ada penjelasan, itu akan menjadi solusi karena saya yakin bahwa semua itu ada solusinya,” tuturnya.

Meski demikian, menyusul adanya sorotan terhadap keputusan Agrinas yang memilih impor ketimbang membeli dari dalam negeri; Joao menegaskan siap mengikuti arahan pemerintah apabila diminta membatalkan kontrak tersebut. Ia juga mengaku siap bertanggung jawab atas risiko bisnis yang mungkin timbul.

“Saya akan loyal dan saya akan manut apapun keputusan negara, apabila itu memang untuk kepentingan rakyat tanpa sedikitpun saya ragu-ragu. Kalau seandainya saya harus nanti digugat atau nanti dipermasalahkan oleh pihak supplier itulah tanggung jawab saya,” ucap dia.

Saat ini, proses impor masih berjalan dan sebagian unit kendaraan telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Agrinas menargetkan sebanyak 1.000 unit pikap sudah tiba di Indonesia pada akhir Februari ini.

Namun, Joao menegaskan pihaknya tetap akan mengikuti arahan pemerintah maupun DPR RI terkait tindak lanjut; penggunaan kendaraan yang sudah masuk ke Tanah Air.

“Kami manut dan taat kepada pemerintah dan DPR di mana mereka mewakili rakyat, jadi kalau memang disuruh; bahwa tidak boleh dipakai, kami tidak akan pakai,” pungkasnya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less