Hari Santri Nasional, Bupati Magelang Ajak Santri Hadapi Pandemi Covid-19

BNews–MAGELANG– Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar mujahadah dan pengajian. Kegiatan tersebut digelar secara virtual dengan mengangkat tema ‘Santri Siaga Jiwa Raga’.

“Diharapkan peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini menjadi momentum penting bagi kaum santri untuk secara bersama-sama menghadapi Pandemi Covid-19,” ungkap Bupati Magelang, Zaenal Arifin.

Ia juga mengatakan sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim, kaum santri Indonesia sudah semestinya diberikan peran dan ruang lebih banyak. Yakni dalam membantu penanganan Covid-19 di negeri ini.

Menurutnya, penanganan pandemi Covid-19 bukan sekedar mengatasi penyebaran virusnya; namun juga pentingnya membangun pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait pandemi dan cara mensikapinya. Ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan dan adanya persepsi keliru tentang Covid-19 juga masih kerap ditemui di sebagian kalangan masyarakat.

“Di sinilah peran serta santri dalam tataran hablum minannas patut dihadirkan dan dikedepankan untuk kemaslahatan umat pada masa pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Selanjutnya, Zaenal juga mengajak, para alim ulama, kyai, santri, pondok pesantren, serta tokoh agama, lembaga keagamaan, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mensukseskan program vaksinasi yang saat ini sedang gencar dijalankan.

menurut pandangannya, vaksinasi merupakan bentuk ikhtiar secara lahir, dan setiap umat beragama wajib menjaga keberlangsungan hidup.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Siaga Raga juga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Karenanya, santri jangan pernah lelah berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia, sehingga Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting di masa pandemi covid-19 sekarang ini. Santri juga harus tetap disiplin dan tidak boleh lengah melaksanakan protokol kesehatan,” tutur, Zaenal.

Pada kesempatan yang sama, Zaenal juga menyerahkan sejumlah hadiah dan penghargaan bagi para santri berprestasi; diantaranya juara I lomba Musabaqoh Qiroatul Kutub (Putra) diraih oleh M Nabil Faiddurobani dari Ponpes Roudhotul Huda; juara I lomba Adzan Tingkat SD/MI diraih oleh Muhammad Fadli Romadlon dari MI Ma’arif Sokorini, dan juara I lomba Adzan Tingkat SMP/Mts diraih oleh Ihlazul Adzan dari Mts Arrosyidin Madusari.

Sementara, KH Al Habib Umar Muthohar dalam tausiyahnya menekankan agar para santri senantiasa mau mendengarkan bimbingan para ulama.

“Mau mendengarkan bimbingan dan nurut para ulama itu namanya santri. Mau itu tentara, Polisi, pejabat, anggota DPR; dan siapapun kalau nurut dengan ulama itu juga santri,” kata, KH Al Habib Umar Muthohar.

Selain itu, KH Al Habib Umar juga meminta agar para santri bisa bersama-sama dan bersinergi dengan TNI dan Polri untuk menjaga NKRI sesuai dengan tugasnya masing-masing

“Kalau pak tentara dan pak Polisi itu tugasnya ya menjaga keamanan di Republik ini (Indonesia); tapi tugas para santri dan ulama adalah menjaga keimanan. Insyallah kalau keamanan dan keimanan ini berjalan semua, maka NKRI ini akan baik-baik saja,” pungkas, KH Al Habib Umar Muthohar. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: