Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » JPEN Siapkan 180 Megawatt EBT untuk KITB Batang, Listrik Tanpa Kedip Jadi Andalan

JPEN Siapkan 180 Megawatt EBT untuk KITB Batang, Listrik Tanpa Kedip Jadi Andalan

  • calendar_month 11 jam yang lalu

BNews-JATENG-Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui PT Jateng Petro Energi (JPEN) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau Kawasan Industripolis Batang.

Komitmen tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Non-Disclosure Agreement (NDA) antara PT JPEN dan KITB pada Jumat, 27 Februari 2026. Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Dorong Investasi EBT dan Listrik Tanpa Kedip di KITB

Kerja sama tersebut berkaitan dengan investasi layanan energi baru terbarukan yang terintegrasi dengan sistem keandalan daya tanpa kedip (zero interruption power).

Ahmad Luthfi menyatakan, KITB merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sekaligus etalase investasi di Jawa Tengah. Karena itu, Pemprov Jateng memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan daya saing kawasan industri tersebut.

“Jangan sampai KITB ini punya kawasan yang byar-pet, kadang nyala kadang mati (listriknya). Susun strategi, kalau perlu bikin timeline, harus secepatnya (direalisasikan) energi baru terbarukan ini. KITB harus menjadi percontohan nasional untuk industri lain,” katanya saat memberikan sambutan.

Menurut Luthfi, ketersediaan energi baru terbarukan kini menjadi salah satu syarat utama dari banyak investor asing. Setiap kali ia mempromosikan potensi investasi dan kawasan industri di Jawa Tengah, aspek energi hijau dan ramah lingkungan selalu menjadi pertanyaan utama calon investor.

“Lalu saya ceritakan kalau kita punya banyak danau atau waduk yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Para investor banyak yang tertarik untuk ikut investasi,” jelasnya.

Target 180 Megawatt, Menuju Kawasan Industri Tier 4

Direktur Utama PT JPEN, Dwi Budi Sulistiyana, menjelaskan bahwa investasi sistem keandalan daya tanpa kedip tersebut bertujuan menghadirkan suplai listrik 24 jam tanpa gangguan. Skema ini diharapkan menjadikan KITB sebagai satu-satunya kawasan industri yang mencapai tier 4.

“Akhirnya akan menarik investor-investor high premium seperti semikonduktor, kemudian juga petro chemical, data center, dan lain-lain. Juga memicu menciptakan lapangan pekerjaan dengan nilai gaji tinggi dan transfer teknologi,” ujarnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Dwi menyebut, JPEN berencana membangun kapasitas produksi energi sebesar 180 Megawatt. Saat ini kebutuhan listrik KITB masih berkisar 60 Megawatt, namun dalam waktu dekat diproyeksikan meningkat hingga 450 Megawatt.

“Kita akan bangun 180 Megawatt MBT untuk mendukung ekonomi hijau, buat KITB full energi baru terbarukan dengan sumber energi yang komplit,” katanya.

KITB Apresiasi Dukungan JPEN

Sementara itu, Direktur Utama KITB, Anak Agung Putu Ngurah Wirawan, mengapresiasi PT JPEN yang akan menjadi mitra strategis dalam pengembangan kawasan industri tersebut.

Ia menegaskan, sesuai roadmap, KITB tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan dari sewa lahan, tetapi juga harus mengembangkan sumber pendapatan jangka panjang, termasuk sektor energi.

“Kehadiran JPEN ini melengkapi kami. Apalagi sudah ada rencana dari pemerintah pusat yang akan memanfaatkan danau sebagai panel surya untuk sumber energi,” jelasnya.

Konsep reliability listrik yang ditawarkan JPEN dinilai sangat mendukung rencana masuknya investasi data center ke KITB, yang membutuhkan pasokan listrik berkeandalan tinggi.

“MoU ini langkah awal agar kami bisa meningkatkan kerja sama investasi,” ungkap Ngurah Wirawan. (*/ihr)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less