3 Pengungsi Merapi Melahirkan Bayi Lucu, Mereka Nekat Pulang ke Rumah

BNewsBOYOLALI— Hampir satu bulan pengungsi Merapi di wilayah Boyolali harus mengungsi di Balai Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. Mereka yang mengungsi merupakan kelompok rentan, termasuk tiga ibu yang sedang hamil.

Sekteraris Desa Tlogolele Neigen Ahta Nur Budi Saputra membenarkan bahwa ada tiga pengungsi dalam kondisi hamil. ”Total pengungsi berjumlah 279 jiwa. Mereka berasal dari Dusun Stabelan Desa Tlogolele,” kata dia, Sabtu (5/12/2020).

Dan kabar menggembirkan datang dari para pengungsi yang sedang hamil tersebut. Diketahui dari tiga orang ibu hamil sudah melahirkan saat di pengungsian beberapa hari lalu.

”Benar ada dua ibu hamil yang melahirkan saat di pengungsian. Namun satu orang dilarikan ke RSUD Muntilan Magelang, satu orang di BKIA Muntilan Magelang. Dan satu di Puskesmas Selo. Mereka melahirkan di sana dan dibawa dari pengungsian,” paparnya.

Ketiga ibu tersebut yakni Watini yang melahirkan RSUD Muntilan, Jumari BKIA Muntilan dan Surami Puskesmas Selo.

Neigen mengatakan untuk proses persalinan bayi berlangsung sudah satu mingguan yang lalu. Namun hingga saat ini mereka belum kembali ke pengungsian.

”Mereka masih percaya adat tradisi bahwa bayi yang belum berumur delapan hari tidak diperkenankan pindah dari rumahnya . Jadi mereka sudah pulang ke rumah masing-masing untuk sementara sambil menunggu bayinya puput,” paparnya.

”Kemungkinan setelah bayi puput mereka akan segera kembali ke pengungsian. Tidak lama lagi itu,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan bahwa 279 warga yang pengungsi saat ini dalam keadaan sehat. ”Namun ada sejumlah pengungsi yang mulai jenuh tinggal dipengungsian. Meskipun status Merapi dalam keadaan siaga,” pungkasnya. (bsn/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: