Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Saat Khamenei Gugur, Mengapa Negara-Negara Arab Bungkam?

Saat Khamenei Gugur, Mengapa Negara-Negara Arab Bungkam?

  • calendar_month 0 menit yang lalu

BNews-NASIONAL – Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu pekan lalu. Kabar tersebut memicu ketegangan geopolitik, dengan respons beragam dari berbagai negara di dunia.

Tidak ada simpati maupun ucapan belasungkawa dari negara-negara Arab. Sebaliknya, kemarahan justru bermunculan karena sejumlah negara Arab menjadi target serangan balasan Iran, dengan alasan menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.

Liga Arab Kecam Serangan Iran

Liga Arab yang beranggotakan 22 negara menyebut serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara yang mengadvokasi perdamaian dan stabilitas kawasan.

Sejumlah negara seperti Maroko, Yordania, Suriah, dan Uni Emirat Arab mengecam serangan Iran yang menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Sikap Suriah menjadi sorotan. Di bawah mantan Presiden Bashar al-Assad, negara tersebut dikenal sebagai sekutu dekat Iran dan pengkritik Israel.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Namun, pernyataan terbaru dari Kementerian Luar Negeri Suriah secara khusus mengutuk Iran, mencerminkan upaya pemerintah baru membangun kembali hubungan dengan kekuatan ekonomi regional dan Amerika Serikat.

Arab Saudi juga menyampaikan kecaman keras. Pemerintah setempat menyatakan, “Kerajaan mengutuk dan mengecam dengan sekeras-kerasnya agresi Iran yang khianat dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan.”

Rusia hingga China Sampaikan Solidaritas

Berbeda dengan negara-negara Arab, solidaritas justru datang dari Rusia, China, Korea Utara, Turki, serta kelompok-kelompok milisi pro-Iran.

Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai “pembunuhan sinis” yang melanggar standar moralitas manusia dan hukum internasional.

“Mohon terima belasungkawa mendalam saya sehubungan dengan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran; Seyed Ali Khamenei, dan anggota keluarganya,” bunyi pesan Putin kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang diterbitkan di situs resmi Kremlin.

Putin menambahkan, “Di Rusia, Khamenei akan dikenang sebagai negarawan luar biasa yang memberikan kontribusi pribadi; yang besar bagi pengembangan hubungan persahabatan Rusia-Iran dan membawanya ke tingkat kemitraan strategis yang komprehensif”.

Pemerintah China juga mengutuk keras pembunuhan tersebut. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri China menyebut serangan itu sebagai; pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan keamanan Iran serta bertentangan dengan Piagam PBB.

“China dengan tegas menentang dan mengutuk keras hal ini,” kata Kementerian Luar Negeri China, seraya menyerukan “penghentian segera operasi militer”.

Pemerintah Korea Utara menyebut tindakan AS dan Israel sebagai aksi gangster.

“Serangan tersebut merupakan tindakan agresi yang sepenuhnya ilegal dan bentuk pelanggaran kedaulatan yang paling keji,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, menurut media pemerintah KCNA.

Pyongyang menuduh Washington dan sekutunya melakukan “perilaku tak tahu malu dan seperti gangster”; serta menyalahgunakan kekuatan militer demi “ambisi egois dan hegemonik”.

Turki, Hamas, dan Houthi Sampaikan Duka

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kesedihannya atas wafatnya Khamenei.

“Saya sedih mengetahui meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan yang terjadi kemarin,” tulisnya di platform X, sembari menyampaikan simpati kepada rakyat Iran.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Kelompok Hamas di Gaza turut menyampaikan duka cita, menyebut serangan yang menewaskan Khamenei sebagai aksi keji AS-Israel.

“Dia memberikan semua bentuk dukungan politik, diplomatik, dan militer kepada rakyat kami, perjuangan kami; dan perlawanan kami,” kata Hamas dalam pernyataan resminya.

“AS dan Israel bertanggung jawab penuh atas agresi terang-terangan dan kejahatan keji terhadap kedaulatan Republik Islam Iran, dan atas dampaknya yang serius terhadap keamanan dan stabilitas kawasan,” imbuh Hamas.

Hamas juga menegaskan bahwa negara-negara Arab dan Muslim memikul tanggung jawab politik, hukum; dan sejarah untuk mengambil tindakan segera dan tegas.

Kepemimpinan politik Houthi turut menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran.

“Kejahatan keji ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap semua hukum dan norma internasional dan mewujudkan; kelanjutan serangan tidak adil terhadap bangsa Islam,” demikian pernyataan mereka.

Kematian Ayatollah Ali Khamenei dinilai berpotensi memperuncing konflik di kawasan Timur Tengah dan memicu ketidakstabilan geopolitik global. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less