Mistis Noni Belanda Tampakan Diri di Pabrik Cerutu Jogja

BNews–JOGJA– Sebuah pabrik ekspor cerutu di Yogyakarta ini meninggalkan kesan mistis. Noni-noni Belanda sering menampakan diri di perusahaan PT Taru Martani tersebut.

Perusahaan penghasil cerutu ekspor di DIY sudah beroperasi sejak 1918 lalu. Perusahaan yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DIY ini memiliki banyak cerita luar biasa karena usia yang sudah menginjak 102 tahun sampai saat ini.

Dikutip dari KR Jogja, Pabrik PT Taru Martani berada di Baciro Yogyakarta, tak jauh dari Stasiun dan Jembatan Layang Lempuyangan. Bangunan pabrik yang didirikan Belanda bernama NV Negresco ini menyimpan berbagai cerita di dalam perjalannya.

Tak hanya cerita jatuh-bangun produksi cerutu saja, ternyata gedung-gedung tua di pabrik Taru Martani menyimpan cerita misteri. Mahendra Agung, salah satu karyawan menceritakan kisah-kisah mistis yang dialami para pekerja selama ini.

Menurut Agung, para pekerja di Taru Martani kerap melihat sesosok noni Belanda yang berjalan sendirian di lorong bagian belakang pabrik yang letaknya di antara gudang dan gedung pertemuan. Kemunculan perempuan Belanda dengan pakaian serba putih, berambut panjang dan berbadan semampai itu biasanya dilihat oleh pekerja yang baru.

“Biasanya di bagian sini (lorong) belakang antara parkiran motor sekarang sama gudang. Saya sendiri pernah lihat, ya dia jalan begitu saja terus hilang. Pekerja baru biasanya yang ditampaki, mungkin mau kenalan gitu,” ungkapnya (4/7/2020).

Bagian lain yang menurut Agung cukup angker yakni gudang bawah tanah yang saat ini tak lagi difungsikan. Lokasinya masih berdekatan dengan lorong yang kerap jadi pusat lalu-lintas noni Belanda.

DOWNLOAD MUSIK-MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

“Di gudang itu sudah tidak dipakai lagi, angker sekali dan pekerja juga takut ke situ. Tidak ada yang berani malam-malam di sini, karena aktivitas mereka (hantu) memang banyak di pohon ini,” ungkapnya sembari menunjuk sebuah pohon di selasar dekat parkir motor.

Dari gudang bawah tanah yang tak lagi dipakai, para pekerja kerap mendengar suara-suara yang tak diketahui berasal dari mana. Tidak ada satupun yang berani masuk apalagi jika malam sudah mulai menjelang.

Suasana di pabrik Taru Martani memang terkesan wingit lantaran usia bangunan yang sudah lebih dari 100 tahun. Namun begitu, saat ini pabrik sudah tertata rapi dengan banyak penerangan yang sedikit membuat suasana lebih nyaman.

Direktur Utama Taru Martani, Nur Ahmad Afandi juga mengamini banyak kejadian mistis yang dialami para pekerja di pabrik. Namun menurut dia, para pekerja sudah biasa karena memang berkarya di tempat yang sudah berusia 100 tahun lebih ini.

“Biasanya memang noni Belanda itu, kebetulan yang kerja di kafe depan juga beberapa kali melihat. Tapi ya para pekerja sudah biasa, karena ini juga kan bangunan tua, sudah ada sebelum 1918. Sekarang alhamdulillah juga sudah banyak penerangannya,” ungkapnya.

DOWNLOAD MUSIK-MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Kesan angker Taru Martani memang kini berkurang setelah adanya kafe yang berada di halaman depan sisi barat. Kafe ini selalu ramai dikunjungi terlebih mulai sore hingga malam hari yang membuat suasana lebih hidup.

“Sekarang juga lebih ramai karena banyak pengunjung kafe di depan. Mudah-mudahan suasanannya lebih hidup dan nyaman. Tapi kalau ada yang mau lihat ke dalam pabrik boleh saja, asal tidak menggangu produksi,” imbuhnya berkelakar.

Saat ini karyawan PT Tarumartani menurut Nur berjumlah 200 orang. Mereka memproduksi cerutu yang sebagian besar memenuhi permintaan luar negeri seperti Amerika dan Eropa. (*/islh)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: